Danantara

Danantara Gandeng Arm Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional Indonesia

Danantara Gandeng Arm Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional Indonesia
Danantara Gandeng Arm Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional Indonesia

JAKARTA - Upaya memperkuat fondasi teknologi nasional kini memasuki babak baru melalui kolaborasi internasional yang strategis. 

Indonesia menempatkan sektor semikonduktor sebagai kunci dalam transformasi industri berbasis inovasi digital. Momentum ini ditandai dengan kesepakatan penting antara lembaga investasi negara dan perusahaan teknologi global.

Badan Pengelola Investasi Danantara dilaporkan menandatangani kerja sama dengan perusahaan perancangan semikonduktor asal Inggris Raya, Arm Limited. Penandatanganan ini disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di London. Kerja sama tersebut menjadi sinyal kuat arah pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.

Kesepakatan ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat penguasaan teknologi kunci. Pemerintah mendorong terciptanya ekosistem semikonduktor yang mandiri dan berdaya saing. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan transfer teknologi.

Harapan Penguatan Industri Strategis Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan kerja sama ini diharapkan memfasilitasi penguasaan teknologi semikonduktor di Indonesia.

Airlangga menyebut kerja sama ini diharapkan mempercepat penguasaan teknologi strategis sebagai fondasi inovasi digital modern. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara.

"Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” kata Airlangga. Ia menekankan bahwa desain merupakan bagian mendasar dari rantai industri chip.

Menurut Airlangga, Arm Limited menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan. Dominasi tersebut menunjukkan posisi strategis perusahaan dalam industri global. Kolaborasi ini diharapkan membuka akses pembelajaran bagi Indonesia.

Pelatihan Insinyur dan Transfer Pengetahuan

Airlangga pun menyebut kerja sama Danantara dengan Arm Limited mencakup pelatihan 15 ribu insinyur Indonesia. Para insinyur diharapkan dapat menguasai teknologi desain chip sehingga Indonesia bisa mengembangkan chip sendiri. Program ini menjadi inti dari agenda penguatan kapasitas nasional.

Langkah pelatihan tersebut dirancang untuk menciptakan talenta unggul yang memahami teknologi hulu semikonduktor. Penguasaan desain chip dinilai krusial dalam membangun kemandirian industri elektronik. Dengan kompetensi tersebut, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Selain memperkuat kemampuan teknis, program ini juga mendorong terciptanya ekosistem riset dan inovasi. Transfer pengetahuan diharapkan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Hasil akhirnya adalah terbentuknya fondasi industri chip nasional yang kompetitif.

Dampak Luas bagi Industri dan Kedaulatan Teknologi

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. 

Ia menilai kerja sama ini sebagai investasi strategis jangka panjang. Sinergi global dan nasional dianggap saling melengkapi.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” kata Rosan. Skema pelatihan tersebut membuka dua jalur pembelajaran. Pertukaran keahlian diharapkan berlangsung efektif melalui pendekatan tersebut.

Enam industri yang akan dipilih menjadi fokus pengembangan chip menunjukkan arah kebijakan yang terstruktur. Pemilihan sektor tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi nasional. Dengan demikian, manfaat kerja sama dapat dirasakan secara konkret.

Fondasi Baru Transformasi Digital Indonesia

Kolaborasi ini mencerminkan tekad Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga produsen inovasi. Penguasaan desain chip menjadi langkah strategis dalam rantai pasok global. Pemerintah melihat peluang besar di tengah meningkatnya kebutuhan semikonduktor dunia.

Keterlibatan langsung dalam pengembangan teknologi hulu diharapkan mempercepat transformasi digital nasional. Industri otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan menjadi sektor yang sangat bergantung pada chip berkualitas tinggi. Karena itu, penguatan kapasitas domestik menjadi prioritas.

Melalui kerja sama ini, Indonesia menegaskan komitmen membangun kemandirian teknologi berbasis sumber daya manusia unggul. Pelatihan ribuan insinyur menjadi investasi penting bagi masa depan industri. Sinergi antara kebijakan, investasi, dan penguasaan teknologi diharapkan membawa dampak berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index