MBG

BGN Rincikan Anggaran Program MBG untuk Bahan Makanan dan Operasional

BGN Rincikan Anggaran Program MBG untuk Bahan Makanan dan Operasional
BGN Rincikan Anggaran Program MBG untuk Bahan Makanan dan Operasional

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan lebih lanjut terkait anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi topik hangat belakangan ini. 

Dalam keterangannya, BGN mengungkapkan bahwa tidak seluruh anggaran yang dialokasikan untuk MBG digunakan untuk membeli bahan makanan. 

Anggaran yang disiapkan untuk masing-masing kategori penerima manfaat, seperti balita, siswa SD, dan ibu menyusui, memiliki rincian yang berbeda, dan sebagian dari dana tersebut digunakan untuk biaya operasional serta insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana.

Rincian Anggaran Bahan Makanan MBG

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, anggaran untuk bahan makanan pada Program MBG memiliki perbedaan berdasarkan kelompok penerima manfaat. Untuk balita dan siswa kelas 1 hingga 3 SD, anggaran bahan makanan yang tersedia adalah sekitar Rp 8.000 per porsi. 

Sedangkan untuk siswa kelas 4 SD ke atas dan ibu menyusui, anggaran bahan makanan yang dialokasikan meningkat menjadi sekitar Rp 10.000 per porsi.

Meskipun anggaran untuk bahan makanan tersebut disediakan sesuai dengan kategori penerima manfaat, BGN juga menegaskan bahwa tidak seluruh anggaran yang diberikan digunakan untuk membeli bahan makanan. 

Sisanya digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasional program, termasuk untuk biaya listrik, air, internet, dan gas yang diperlukan dalam kegiatan distribusi makanan.

Pembagian Anggaran untuk Biaya Operasional dan Insentif

Salah satu komponen penting dalam pelaksanaan Program MBG adalah biaya operasional yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan distribusi dan pengelolaan makanan. Menurut Nanik, sekitar Rp 3.000 per porsi dari anggaran MBG digunakan untuk biaya operasional. 

Biaya ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, dan gas, hingga insentif bagi para relawan yang terlibat dalam program ini.

Relawan yang membantu dalam pendistribusian makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga mendapatkan insentif. Selain itu, ada pula insentif bagi guru penanggung jawab (PIC) yang bertugas mengawasi program ini di tingkat sekolah atau daerah. 

Anggaran operasional juga mencakup iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk para relawan, insentif untuk kendaraan yang digunakan dalam distribusi, serta biaya untuk membeli alat pelindung diri dan perlengkapan kebersihan.

Biaya Lain-lain yang Mendukung Pelaksanaan Program

BGN juga mengalokasikan sekitar Rp 2.000 per porsi untuk sewa lahan dan bangunan yang digunakan dalam pelaksanaan program. Dana ini digunakan untuk menyewa berbagai fasilitas yang mendukung operasional MBG, termasuk dapur, gudang, dan peralatan masak. 

Di antaranya adalah sewa mesin penanak nasi uap, kompor, kulkas, chiller, freezer, dan berbagai alat masak lainnya yang diperlukan untuk menyiapkan makanan yang bergizi bagi para penerima manfaat.

Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan keberlanjutan dan kelancaran program, anggaran juga mencakup pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem penyaringan air yang digunakan untuk mendukung proses penyediaan makanan yang aman dan higienis.

Kontroversi Menu Ramadhan dan Pengawasan Program MBG

Isu terkait menu MBG selama bulan Ramadhan sempat menjadi perbincangan di media sosial, di mana beberapa pihak menganggap menu yang disediakan tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. 

Menanggapi hal ini, Nanik menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalam program MBG berada pada kisaran Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per porsi, bukan Rp 15.000 seperti yang sempat disampaikan dalam diskusi di media sosial.

Meskipun demikian, BGN tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau laporan apabila ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian antara menu yang disajikan dengan alokasi anggaran yang telah ditentukan. BGN berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dengan cara yang profesional dan sesuai dengan prosedur pengawasan yang berlaku. 

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Program MBG berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.

Menjaga Keberlanjutan dan Keberhasilan Program MBG

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap kesejahteraan gizi masyarakat, BGN berupaya memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan untuk Program MBG digunakan dengan bijaksana. 

Program ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik kepada anak-anak, terutama di wilayah yang rawan kekurangan gizi, untuk memperoleh makanan bergizi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

BGN juga menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran serta pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program. Ke depan, BGN berharap dapat terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan Program MBG, agar dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index