JAKARTA - Dalam upaya memperluas jangkauan dan memperkuat operasionalnya, PT Petrosea Tbk. (PTRO), yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, baru-baru ini menuntaskan akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan.
Langkah ini menandai ekspansi anorganik penting yang bertujuan meningkatkan sinergi dan mengintegrasikan layanan dalam rantai nilai pit-to-port perusahaan.
Akuisisi Dua Perusahaan Pelabuhan untuk Sinergi Lebih Kuat
PT Petrosea, melalui anak perusahaannya PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA), telah mengambil alih mayoritas saham PT Vista Maritim Asia (VMA) sebanyak 55% pada 24 Februari 2026. Transaksi ini dilakukan dengan membeli saham dari pemilik sebelumnya, Kastomo (55%) dan Jalu Yogo Santoso (5%) senilai Rp 550 juta.
Selain itu, PT Petrosea juga mengakuisisi saham mayoritas PT Nusantara Arung Samudera (NAS) melalui entitas anak lainnya, PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS), dengan nilai yang sama, yaitu Rp 550 juta. Saham PT NAS yang dibeli terdiri dari 45% yang dimiliki Karen Nathani dan 10% dari Maifian Juni Chandra.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan struktur operasional PTRO di sektor pelabuhan, khususnya untuk mendukung kegiatan operasional dari proses pit-to-port, yang merupakan rangkaian kegiatan pengangkutan dan pengelolaan batu bara dari tambang hingga ke pelabuhan.
Dalam keterangan tertulisnya, Anto Broto, Sekretaris Perusahaan Petrosea, menekankan bahwa akuisisi ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat integrasi rantai pasokan yang ada.
Strategi Pengembangan Bisnis Melalui Akuisisi
Akuisisi terhadap PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera ini bukan sekadar langkah ekspansi, tetapi juga bagian dari upaya Petrosea untuk memperluas jaringan dan memperkuat ekosistem bisnisnya di bidang jasa pelabuhan.
Dengan tambahan ini, Petrosea berharap dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan yang ada, serta membuka peluang untuk mendapatkan kontrak baru dan memperluas operasional perusahaan.
Transaksi ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk terus meningkatkan sinergi antarentitas yang ada di dalam grup Petrosea. Keberhasilan dalam mengintegrasikan berbagai unit usaha di bidang kepelabuhanan diharapkan dapat membawa dampak positif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
“Pengambilalihan saham VMA dan NAS akan memperkuat sinergi operasional yang ada dan mendukung ekspansi usaha perseroan,” ujar Anto Broto.
Penguatan Sinergi dengan Integrasi Bisnis Pelabuhan
Setelah transaksi ini selesai, komposisi kepemilikan saham di kedua perusahaan yang baru saja diakuisisi akan menjadi lebih terintegrasi. Saham PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera akan dimiliki oleh beberapa pihak, dengan PT Petrosindo Sinergi Alur (PSS) menguasai 55% saham VMA, PT Adamas Indonesia Energi sebanyak 31,5%, dan PT Wisesa Maritim Nusantara yang memiliki 13,5%.
Struktur kepemilikan ini akan menciptakan fondasi yang lebih kokoh dalam mendukung pengembangan bisnis dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
Melalui integrasi ini, Petrosea dapat memanfaatkan lebih banyak peluang dalam sektor pelabuhan, yang meliputi aktivitas bongkar muat, pengelolaan terminal, dan layanan transportasi laut. Sinergi yang terbentuk di antara perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas cakupan bisnis Petrosea, baik di dalam maupun luar negeri.
Dampak Positif terhadap Kinerja dan Ekspansi Usaha
Petrosea optimistis bahwa akuisisi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Selain meningkatkan kapasitas operasional dan pendapatan, transaksi ini juga akan memperkuat posisi Petrosea di pasar jasa pelabuhan.
Manajemen perusahaan percaya bahwa dengan memperluas bisnis pelabuhan dan meningkatkan kapasitas layanan, mereka dapat mencapai pertumbuhan yang lebih stabil di masa depan.
Sementara itu, perusahaan juga berencana untuk melanjutkan pengembangan lebih lanjut dengan menambah beberapa entitas dan anak usaha di sektor-sektor terkait. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih solid dan dapat mendukung operasi pertambangan dan logistik secara lebih efektif.
Secara keseluruhan, keputusan untuk mengakuisisi PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera memperlihatkan tekad Petrosea dalam memperkuat posisi bisnisnya di sektor pelabuhan.
Selain memperluas kapasitas dan jaringan layanan, akuisisi ini juga mencerminkan upaya perusahaan untuk mengoptimalkan alur operasionalnya melalui peningkatan efisiensi dan sinergi antar perusahaan dalam grup.
Dengan strategi ini, Petrosea yakin bahwa mereka akan mampu memperkuat daya saing dan memberikan kontribusi positif bagi industri pelabuhan di Indonesia, serta mendukung kelancaran distribusi dan pengangkutan komoditas penting seperti batu bara.
Ke depannya, perusahaan ini berencana untuk terus memperluas dan mengoptimalkan portofolio bisnisnya melalui langkah-langkah yang serupa guna mencapai keberlanjutan dan pertumbuhan yang lebih besar.