Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan untuk Menghormati Rekan Setimnya

Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan untuk Menghormati Rekan Setimnya
Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan untuk Menghormati Rekan Setimnya

JAKARTA - Cristiano Ronaldo, megabintang sepak bola dunia asal Portugal, dikenal dengan dedikasi dan profesionalismenya di lapangan. 

Namun, ternyata ada sisi lain dari dirinya yang cukup mengejutkan. Pada tahun lalu, Ronaldo mencoba menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Ini adalah langkah yang dilakukan oleh sang pemain untuk memahami secara langsung tantangan yang dialami oleh rekan-rekannya yang beragama Muslim, terutama yang bermain di tim Al-Nassr, klub Saudi Arabia yang ia bela.

Keputusan Ronaldo untuk mencoba berpuasa meski ia bukan seorang Muslim adalah bentuk rasa hormat dan keterbukaan terhadap tradisi agama yang berlaku di timnya. Pengalaman ini, meskipun singkat, mengungkapkan lebih banyak sisi humanis dari sang legenda sepak bola. 

Hal ini juga menunjukkan bahwa ia ingin merasakan pengalaman yang sering dijalani oleh rekan setimnya yang Muslim, serta memahami tantangan yang mereka hadapi saat berpuasa sambil tetap berlatih dan bertanding.

Cristiano Ronaldo dan Keputusan Berpuasa Ramadan

Mantan pemain Al-Nassr, Shaye Sharahili, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa Ronaldo memilih untuk berpuasa selama dua hari berturut-turut pada bulan Ramadan 2025. 

Meskipun tidak lama, pengalaman ini memberinya gambaran yang lebih jelas tentang kesulitan yang dialami umat Muslim ketika menjalani puasa. Menurut Sharahili, Ronaldo berniat merasakan langsung bagaimana rasanya berpuasa, sebagai bentuk empati terhadap rekan-rekannya yang berpuasa selama bulan suci.

Namun, meskipun sudah berusaha, Ronaldo akhirnya mengakui bahwa ia kesulitan untuk melanjutkan puasanya setelah dua hari. Hal ini tidak mengejutkan mengingat tantangan fisik yang harus dihadapi para atlet profesional saat berpuasa. 

Tidak hanya rasa lapar yang harus dihadapi, namun juga energi yang dibutuhkan untuk berlatih dan bertanding. Untuk Ronaldo, yang berlatih secara intensif dan bermain dalam jadwal yang padat, berpuasa tentu merupakan pengalaman yang cukup berat.

Tantangan Fisik Berpuasa bagi Pesepak Bola

Bagi pesepak bola profesional seperti Cristiano Ronaldo, berpuasa selama Ramadan tentu menjadi tantangan tersendiri. Selain menghadapi rasa lapar, pemain sepak bola harus tetap menjaga performa fisik mereka agar tetap optimal di lapangan. 

Sharahili menjelaskan bahwa berpuasa sambil berlatih dan bermain bola pada bulan Ramadan sangat sulit, terlebih bagi pemain asing yang belum terbiasa dengan perubahan jadwal makan dan tidur.

Biasanya, jadwal pertandingan liga di Arab Saudi bisa berlangsung hingga larut malam, sekitar pukul 10 malam, yang membuat jam tidur pemain terpotong. Perubahan pola makan dan tidur yang drastis tentu berdampak pada kondisi fisik pemain.

 Di sisi lain, di Arab Saudi sendiri, tantangan ini sedikit lebih mudah dihadapi karena sebagian besar pemain di sana menjalankan ibadah puasa. Liga juga menyesuaikan jadwal pertandingan dan latihan agar pemain bisa beradaptasi dengan waktu berbuka dan sahur.

Namun, bagi pemain yang belum terbiasa berpuasa, seperti Ronaldo, penyesuaian ini tetaplah sulit. Meskipun demikian, hal ini menunjukkan sikap profesional Ronaldo yang sangat menghargai dan berusaha untuk memahami budaya serta tradisi rekan-rekan Muslimnya.

Adaptasi Cristiano Ronaldo dalam Kehidupan di Arab Saudi

Sejak kedatangannya ke Arab Saudi pada Januari 2023, Ronaldo telah menunjukkan sikap yang terbuka terhadap budaya lokal. Tidak hanya berfokus pada karier sepak bolanya, ia juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan budaya di seluruh negeri. 

Hal ini semakin menunjukkan bahwa Ronaldo berusaha untuk beradaptasi dengan cepat di lingkungan barunya. Beberapa rekan setimnya di Al-Nassr menyatakan bahwa kehadiran Ronaldo di tim bahkan menginspirasi mereka untuk lebih teguh dalam menjalankan ajaran agama mereka.

Ronaldo sendiri mengaku sangat tertarik untuk belajar tentang budaya Arab dan Islam. Bahkan, mantan kiper Al-Nassr, Waleed Abdullah, menyebutkan bahwa Ronaldo sering bertanya tentang berbagai hal terkait agama dan budaya yang ada di Arab Saudi. Ini menunjukkan bahwa meskipun ia berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, Ronaldo tetap menghargai keberagaman dan berusaha untuk membuka wawasan.

Sebagai bagian dari Al-Nassr, Ronaldo telah berhasil mencapai banyak prestasi, tidak hanya dalam hal prestasi pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi tim dan liga. 

Kepindahannya ke Arab Saudi semakin memperkuat profil Liga Pro Saudi di kancah global, serta menarik perhatian dunia terhadap sepak bola di negara tersebut.

Kesuksesan Cristiano Ronaldo di Arab Saudi dan Masa Depannya

Ronaldo bergabung dengan Al-Nassr pada Januari 2023 sebagai pemain bebas transfer dan berhasil memecahkan berbagai rekor di Liga Pro Saudi. 

Pada Juni 2025, Ronaldo memperpanjang kontraknya dengan klub hingga Juni 2027, yang berarti ia akan tetap bermain hingga usianya menginjak 42 tahun. Kehadirannya di Al-Nassr bukan hanya berdampak pada tim, tetapi juga pada promosi olahraga di Arab Saudi secara keseluruhan.

Ronaldo juga mendukung ambisi Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034, dan ia yakin bahwa negara ini memiliki infrastruktur dan kondisi yang sangat mendukung untuk menggelar event besar tersebut. 

Kehadirannya menjadi faktor penting dalam memajukan sepak bola di Arab Saudi, sekaligus membawa dampak positif pada ekonomi dan budaya olahraga di negara tersebut.

Cristiano Ronaldo menunjukkan bahwa selain kemampuan olahraganya yang luar biasa, ia juga memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap budaya dan agama yang ada di tempat ia tinggal. Meski bukan seorang Muslim, upayanya untuk mencoba berpuasa selama Ramadan menunjukkan sisi empati dan keterbukaannya terhadap kebudayaan yang berbeda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index