OPEN AI

OpenAI Kembangkan Earphone AI Sweet Pea Penantang AirPods Apple

OpenAI Kembangkan Earphone AI Sweet Pea Penantang AirPods Apple
OpenAI Kembangkan Earphone AI Sweet Pea Penantang AirPods Apple

JAKARTA - Langkah OpenAI dalam mengembangkan kecerdasan buatan tidak lagi terbatas pada perangkat lunak. Perusahaan yang dikenal lewat ChatGPT ini kini mulai menunjukkan ambisi lebih luas dengan menjajaki ranah perangkat keras, khususnya wearable yang dapat terintegrasi langsung dengan teknologi AI.

Di tengah persaingan ketat perangkat audio pintar, OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan sebuah earphone berbasis AI dengan nama kode “Sweet Pea”. Kehadiran perangkat ini diproyeksikan menjadi alternatif baru di pasar yang selama ini didominasi oleh produk-produk raksasa teknologi seperti Apple.

Dengan pendekatan desain dan teknologi yang berbeda, Sweet Pea disebut-sebut sebagai representasi awal visi OpenAI dalam menghadirkan AI yang lebih personal, kontekstual, dan selalu hadir dalam aktivitas harian pengguna.

Langkah OpenAI memasuki dunia wearable

Dilansir dari Gizmochina pada Sabtu, OpenAI mulai merambah segmen perangkat wearable dengan mengembangkan earphone berbasis kecerdasan buatan bernama kode Sweet Pea. Perangkat ini disebut berpotensi menjadi penantang serius AirPods milik Apple di masa depan.

Langkah ini menandai upaya konkret OpenAI untuk masuk ke pasar perangkat keras setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai pengembang teknologi AI berbasis perangkat lunak. Selama ini, OpenAI kerap dirumorkan tengah mengembangkan hardware sendiri, namun Sweet Pea menjadi salah satu proyek yang paling jelas wujudnya.

Ambisi tersebut menunjukkan bahwa OpenAI tidak hanya ingin menjadi penyedia model AI, tetapi juga ingin mengontrol pengalaman pengguna secara end-to-end melalui perangkat yang dirancang khusus untuk kecerdasan buatan.

Sentuhan desain dari mantan perancang Apple

Salah satu aspek yang paling menarik dari proyek Sweet Pea adalah keterlibatan Jony Ive, mantan kepala desainer Apple. Ia dikenal sebagai sosok di balik desain ikonik iPhone dan berbagai produk Apple lainnya yang sukses secara global.

Keterlibatan Jony Ive tidak terlepas dari langkah OpenAI yang mengakuisisi perusahaan desain miliknya, io hardware, pada Mei 2024. Akuisisi tersebut dilaporkan bernilai sekitar 6,5 miliar dolar AS dan menjadi tonggak penting dalam strategi hardware OpenAI.

Sweet Pea disebut sebagai salah satu hasil awal dari akuisisi tersebut. Dengan latar belakang Jony Ive, perangkat ini diperkirakan akan mengedepankan estetika, ergonomi, serta pendekatan desain yang berbeda dari earphone konvensional yang ada di pasaran.

Desain unik dan pemrosesan AI di perangkat

Berbeda dari earbud nirkabel pada umumnya yang dipasang langsung ke dalam telinga, Sweet Pea dikabarkan mengusung desain yang tidak biasa. Unit utama perangkat ini berbentuk menyerupai kerikil berbahan logam.

Perangkat tersebut dipasangkan dengan dua komponen tambahan yang menyerupai kapsul dan ditempatkan di belakang telinga. Pendekatan desain ini memungkinkan ruang yang lebih besar untuk menampung chip berkinerja tinggi serta komponen pendukung pemrosesan AI.

Sweet Pea dilaporkan akan ditenagai prosesor khusus dengan fabrikasi 2 nanometer. Chip ini dirancang untuk menjalankan sebagian besar fungsi berbasis AI secara lokal, tanpa bergantung sepenuhnya pada komputasi awan.

Dengan pemrosesan langsung di perangkat, perintah suara, pemahaman konteks, hingga interaksi pengguna dapat dilakukan dengan latensi rendah. Pendekatan ini juga berpotensi meningkatkan privasi karena data tidak selalu perlu dikirim ke server eksternal.

AI kontekstual dan potensi pengganti ponsel

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Sweet Pea akan dibekali mikrofon dan kamera untuk memantau lingkungan sekitar secara berkelanjutan. Dengan sensor ini, AI dapat memahami konteks pengguna dan memberikan respons atau saran tanpa perlu diaktifkan melalui perintah suara seperti “Hey”.

Kemampuan tersebut memungkinkan interaksi yang lebih alami dan proaktif, di mana perangkat dapat merespons situasi secara real time. Sweet Pea bahkan disebut berpotensi menggantikan sejumlah fungsi dasar ponsel.

Kontrol aplikasi dan layanan dikabarkan dapat dilakukan sepenuhnya melalui suara, menjadikan perangkat ini sebagai asisten pribadi yang selalu aktif. Pendekatan ini sejalan dengan visi OpenAI untuk menghadirkan AI yang lebih personal dan selalu siap membantu.

Meski demikian, pengembangan perangkat ini masih berada dalam tahap awal. OpenAI dikabarkan menargetkan peluncuran Sweet Pea pada September 2028 dengan target pengiriman awal sekitar 40 hingga 50 juta unit pada tahun pertama.

Jadwal tersebut tergolong panjang dan masih berpotensi berubah seiring perkembangan teknologi, kesiapan manufaktur, serta strategi bisnis perusahaan. Namun, proyek ini menunjukkan arah baru OpenAI dalam memperluas pengaruh AI dari layar ke perangkat fisik yang digunakan sehari-hari.

Jika berhasil direalisasikan sesuai rencana, Sweet Pea berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan kecerdasan buatan, sekaligus membuka babak baru persaingan di industri wearable berbasis AI.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index