JAKARTA - Saat malam mulai turun di Kota Solo dan udara terasa lebih dingin, ada satu minuman hangat yang selalu dicari warga maupun wisatawan: Wedang Dongo.
Racikan jahe panas dengan isian bola ketan, kacang tanah, dan kolang-kaling ini bukan sekadar penghangat tubuh, tetapi juga pengikat kenangan dan tradisi kuliner yang terus bertahan lintas generasi.
Wedang Dongo telah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan malam Solo. Dari gerobak sederhana di gang sempit hingga restoran yang nyaman dan modern, minuman ini hadir dengan karakter yang beragam.
Setiap tempat memiliki cerita, resep, serta pelanggan setianya sendiri, menjadikan Wedang Dongo lebih dari sekadar sajian, melainkan identitas kuliner kota.
Wedang Dongo sebagai Warisan Rasa Kota Solo
Keunikan Wedang Dongo terletak pada kesederhanaannya. Kuah jahe yang kuat berpadu dengan tekstur kenyal bola ketan dan gurihnya kacang menciptakan rasa yang seimbang.
Di Solo, Wedang Dongo sering dinikmati sebagai teman berbincang di malam hari, pelepas lelah setelah bekerja, atau sekadar penghangat di musim hujan.
Tak heran jika banyak tempat Wedang Dongo bertahan puluhan tahun. Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai pelopor yang resepnya diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain, muncul pula generasi baru yang menghadirkan inovasi rasa dan konsep tempat yang lebih kekinian.
Dari Legendaris hingga Kekinian
Perkembangan zaman membuat Wedang Dongo ikut beradaptasi. Warung legendaris tetap mempertahankan rasa otentik, sementara tempat baru menawarkan variasi isian, pilihan bakaran, hingga konsep wedangan modern. Keberagaman inilah yang membuat pengalaman menikmati Wedang Dongo di Solo terasa lengkap dan tidak membosankan.
Berikut delapan rekomendasi tempat makan Wedang Dongo di Solo yang layak masuk daftar kunjungan, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
Pilihan Tempat Wedang Dongo Favorit Warga
1. Wedang Dongo Pak Untung
Berdiri sejak 1955, Wedang Dongo Pak Untung dikenal sebagai legenda kuliner Solo. Warung ini kerap disebut sebagai pelopor Wedang Dongo dengan cita rasa otentik.
Racikannya dipercaya dahulu menjadi sajian khusus keraton. Lokasi utamanya berada di Sewu, Jebres, dengan beberapa cabang lain di Solo. Jam operasional di lokasi utama mulai sore hingga malam.
2. Resto Wedang Dongo Keprabon
Berawal dari pedagang kaki lima sejak 1963, tempat ini kini hadir dalam bentuk restoran yang nyaman dan ramah keluarga. Selain Wedang Dongo, pengunjung juga dapat menikmati berbagai menu makanan berat. Berlokasi di kawasan Keprabon, resto ini buka sejak pagi hingga malam hari.
3. Dongo Cahaya
Terletak di gang sempit kawasan Tipes, Dongo Cahaya justru selalu ramai, terutama saat malam. Ciri khasnya adalah ukuran ronde yang besar dengan isian kacang melimpah, serta pilihan sate tusuk bakaran yang terjangkau. Tempat ini menjadi favorit warga sekitar untuk santap malam.
4. Wedang Dongo MJ-9
Berdiri sejak 2007, Wedang Dongo MJ-9 dikenal dengan tempatnya yang bersih dan nyaman. Keunggulan lainnya adalah kemudahan pemesanan melalui layanan pesan-antar online. Lokasinya berada di Mojosongo, dengan cabang tambahan di kawasan Purwosari.
5. Wedang Dongo Wijaya
Bagi pencinta inovasi rasa, Wedang Dongo Wijaya menawarkan pengalaman berbeda. Tempat ini dikenal dengan kreasi rasa yang unik dan lebih modern, sehingga menarik minat generasi muda. Lokasinya berada di kawasan Tipes dengan cabang tambahan di area Balapan.
6. Warung Srie Redjeki
Sejak 1986, Warung Srie Redjeki menjadi destinasi favorit untuk menikmati ronde dan siomay. Meski lebih dikenal sebagai warung ronde, karakter sajinya sangat dekat dengan Wedang Dongo. Lokasinya berada di Pasar Kliwon dan buka dari pagi hingga malam.
7. Wedangan Widodari Colomadu
Berada di kawasan pinggiran Solo, tepatnya Colomadu, Wedangan Widodari mengusung konsep wedangan modern dengan area terbuka. Tempat ini cocok untuk nongkrong santai bersama teman sambil menikmati Wedang Dongo dan aneka camilan tradisional.
8. Wedang Dongo Keprabon Cabang Malam
Selain restoran utamanya, cabang malam Wedang Dongo Keprabon menjadi pilihan bagi pencari Wedang Dongo hingga larut. Dengan cita rasa yang konsisten dan lokasi strategis, tempat ini sering dipadati pengunjung saat malam hari.
Hangatnya Wedang Dongo, Hangatnya Solo
Menikmati Wedang Dongo di Solo bukan hanya soal rasa, tetapi juga suasana. Dari warung sederhana hingga tempat nongkrong modern, semuanya menghadirkan kehangatan yang sama. Minuman tradisional ini berhasil bertahan di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Solo, menyempatkan diri mencicipi Wedang Dongo adalah cara sederhana untuk merasakan denyut budaya dan keramahan kota ini. Setiap tegukan seakan membawa cerita, sejarah, dan kehangatan khas Solo yang sulit dilupakan.