JAKARTA - Pada tanggal 24 Februari 2025, harga emas berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level US$ 2.956 dan tren kenaikan harga ini diperkirakan akan terus berlanjut. Pakar pasar emas memprediksi bahwa tren bullish ini masih memiliki ruang untuk bertahan dan siap melanjutkan langkah menuju harga US$ 2.975.
Meskipun demikian, harga emas sempat menurun sekitar 0.48%, menetap di posisi US$ 2.938,5 ketika berita ini ditulis. Menurut laporan dari analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, lonjakan harga emas ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. "Secara teknikal, kombinasi candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini mengindikasikan bahwa tren bullish pada harga emas kembali menguat," jelas Andy pada 25 Februari 2025.
Andy Nugraha menambahkan bahwa berdasarkan analisis teknikal yang ada, harga emas saat ini memiliki potensi kuat untuk terus meningkat hingga mencapai level US$ 2.975. Namun demikian, jika terjadi pembalikan tren atau reversal, harga emas dapat terkoreksi hingga target penurunan terdekat yaitu US$ 2.922.
Walaupun emas saat ini berada di posisi yang dekat dengan level tertinggi sepanjang masa, ada beberapa tanda yang mengindikasikan kelelahan di kalangan pembeli, terbukti dari koreksi harga yang terjadi hari ini. "Situasi global yang penuh ketidakpastian menjaga harga bullion tetap kuat, dengan para investor mempertimbangkan kebijakan perdagangan yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump," ujar Andy.
Faktor geopolitik juga mendapatkan sorotan besar, terutama perkembangan konflik antara Ukraina dan Rusia, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang terus menambah dorongan terhadap permintaan emas sebagai aset safe haven. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal sangat mempengaruhi psikologis pasar emas saat ini, menambah kompleksitas dinamika harga emas di pasar global.
Andy juga menyoroti, selama delapan minggu terakhir, harga emas mengalami peningkatan signifikan yang didorong oleh meningkatnya arus masuk dana ke ETF berbasis emas, mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2022. Data dari Bloomberg mengungkapkan bahwa permintaan emas terus bertambah, di tengah spekulasi mengenai kebijakan moneter yang berubah-ubah dan ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda.
Lebih jauh, Andy memaparkan bahwa minggu ini pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi utama yang akan dirilis dari Amerika Serikat. Beberapa di antaranya termasuk pernyataan dari pejabat The Fed, Indeks Keyakinan Konsumen dari Conference Board, data tentang perumahan, Pesanan Barang Tahan Lama, dan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti yang menjadi tolok ukur utama bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Pernyataan dari pejabat The Fed akan menjadi perhatian utama bagi para investor, karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di masa depan. Keputusan The Fed mengenai suku bunga akan berdampak signifikan pada arah pergerakan harga emas, mengingat hubungan terbalik antara kenaikan suku bunga dan harga emas. Ketegangan di pasar global dan permasalahan ekonomi yang belum menemui titik terang menjadikan emas pilihan menarik bagi para investor sebagai aset lindung nilai.
Sektor perumahan pun tak luput dari perhatian, dengan data baru diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi ekonomi AS saat ini. Setiap indikasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat dapat mempengaruhi sentimen pasar dan keputusan investasi di aset-aset berisiko.
Dalam konteks internasional, pergeseran kebijakan perdagangan yang diusulkan oleh pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump turut menambah lapisan ketidakpastian. Penyusunan ulang kebijakan ini dapat memberikan dampak langsung terhadap mata uang dan komoditas global, termasuk emas. Tindakan pemerintah AS dan respon negara lain menjadi penggerak utama yang akan terus diawasi oleh para pelaku pasar.
Lebih dari sekadar angka, harga emas merupakan barometer penting yang mencerminkan kekhawatiran dan optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi global. Dengan berbagai faktor pendukung dan tantangan yang ada, perjalanan harga emas menuju level yang lebih tinggi tampaknya masih jauh dari usai, menuntut perhatian penuh dari investor yang cerdas dan siap menghadapi fluktuasi pasar. Analisis yang cermat dan waspada terhadap dinamika global adalah kunci untuk memanfaatkan peluang di pasar emas yang semakin dinamis ini.