Kalimantan Utara

Literasi Turunkan Tirai di Sebatik: Membangun Kedaulatan dan Ekonomi Lokal di Ujung Kalimantan Utara

Literasi Turunkan Tirai di Sebatik: Membangun Kedaulatan dan Ekonomi Lokal di Ujung Kalimantan Utara
Literasi Turunkan Tirai di Sebatik: Membangun Kedaulatan dan Ekonomi Lokal di Ujung Kalimantan Utara

Jakarta — Di ujung utara Indonesia, tepat di perbatasan yang membatasi negeri ini dengan Malaysia, Pulau Sebatik menyimpan cerita perjuangan dan keteguhan masyarakat dalam menjaga identitas serta kedaulatan bangsa Indonesia. Meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan akses informasi yang minim, kehadiran Taman Baca Masyarakat (TBM) telah menjadi mercusuar harapan bagi warga setempat untuk senantiasa menambah wawasan dan keterampilan.

Dalam langkah progresif dan berkelanjutan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara meluncurkan program dukungan terhadap komunitas literasi di pulau ini. Program ini tidak hanya mencakup sinergi dan kolaborasi, tetapi juga menyediakan buku-buku berkualitas, perangkat pendukung belajar, serta pelatihan bagi pengelola TBM. Melalui upaya ini, Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga setiap bagian dari negeri ini, serta memperkuat peran literasi sebagai fondasi kemajuan, terutama di daerah terdepan seperti Sebatik, Kamis, 13 Februari 2025.

Menyemai Harapan Melalui Buku

Keterbatasan akses internet dan sumber informasi di Sebatik membuat buku menjadi kendaraan utama untuk membuka jendela wawasan bagi masyarakat. Kehadiran TBM tidak hanya menjadi tempat mendidik, tetapi juga mampu menginspirasi. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses bahan bacaan kini dapat menjelajahi dunia melalui buku. Para remaja dan dewasa pun aktif memanfaatkan TBM untuk belajar keterampilan baru, mulai dari kewirausahaan hingga pengelolaan keuangan.

Aris, Camat Sebatik, menyatakan, “Bentuk dukungan dari BI telah membuat kami merasa diperhatikan. Ini membuat kami senantiasa bersemangat untuk mengembangkan literasi di Pulau Sebatik ini,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi testimoni langsung tentang seberapa penting dukungan seperti ini bagi komunitas setempat.

Menghidupkan Ekonomi Lokal Melalui Literasi

Tujuan utama dari program ini tidak hanya sebatas meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun kesadaran ekonomi di kalangan masyarakat. Melalui literasi keuangan yang menjadi bagian dari kegiatan di TBM, masyarakat diajarkan untuk lebih bijak dalam mengelola pendapatan. Bank Indonesia turut mendorong komunitas lokal untuk berkolaborasi dalam mengembangkan usaha mikro dan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini kurang terangkat.

Melihat dari aspek ekonomi, program ini berfungsi sebagai jembatan antara wacana literasi dan tindakan nyata yang bertujuan membangkitkan perekonomian setempat, membuat warga lebih percaya diri dalam mengelola dan memaksimalkan potensi yang ada.

Menjaga Kedaulatan Melalui Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah

Dalam konteks kebangsaan, kehadiran TBM juga berperan membangkitkan kembali semangat kedaulatan nasional. Melalui literasi dan sosialisasi program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, masyarakat Sebatik diajak memahami pentingnya menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan. Program ini mendorong warga untuk menjaga dan merawat uang Rupiah, menjadikannya sebagai alat pembayaran utama di wilayah yang bersebelahan dengan negara lain.

Program ini memberikan pemahaman baru kepada anak-anak dan masyarakat, terutama mengenai Rupiah sebagai lambang kedaulatan negara. Usaha seperti ini menjadi tameng dalam menghadapi berbagai tantangan dari negara tetangga.

Masa Depan Sebatik yang Cerah

Langkah Bank Indonesia di Sebatik membuktikan bahwa literasi memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Di perbatasan yang sering terpencil dari perhatian, program ini menjadi inisiatif kecil yang dapat melahirkan perubahan besar.

Dukungan berkelanjutan ini menjadikan TBM di Sebatik lebih dari sekadar tempat membaca. Ini telah berubah menjadi pusat informasi dan transformasi komunitas. Program ini mengingatkan kita bahwa membangun bangsa tidak harus selalu dimulai dari kota besar. Bahkan Sebatik, dengan segala keterbatasan, membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari komunitas kecil penuh semangat.

Semangat perubahan kini ada di tangan masyarakat Sebatik. Dengan modal literasi dan sinergi, mereka berdiri siap menciptakan babak baru bagi masa depan yang lebih terang. Bank Indonesia telah membuka jalan; sekarang, masyarakat Sebatik siap melangkah lebih jauh menuju kemajuan dan kemandirian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index