Judi Online dan Pinjaman Online

Penyuluhan Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal oleh Mahasiswa Undip: Melindungi Generasi Muda dari Ancaman Digital

Penyuluhan Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal oleh Mahasiswa Undip: Melindungi Generasi Muda dari Ancaman Digital
Penyuluhan Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal oleh Mahasiswa Undip: Melindungi Generasi Muda dari Ancaman Digital

Jakarta - Maraknya kasus judi online dan pinjaman online ilegal menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian segera, terutama bagi generasi muda. Pada tanggal 31 Januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan penyuluhan yang bertajuk "Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal," yang difokuskan untuk remaja Karang Taruna RW 03, Kelurahan Tegalharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan oleh kedua fenomena tersebut.

Mengusung metode komunikasi dua arah, penyuluhan ini tidak hanya menjadi ajang pemaparan materi, tetapi juga mengundang peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman nyata terkait isu judi online dan pinjaman ilegal. Pemateri menjelaskan secara rinci bagaimana judi online bisa mengakibatkan kecanduan, kerugian finansial, hingga memicu berbagai masalah sosial lainnya. Di sisi lain, pinjaman online ilegal kerap menjadi jebakan bagi masyarakat dengan menawarkan bunga tinggi dan metode penagihan yang tidak manusiawi, Senin, 10 Februari 2025.

Menurut pemaparan dalam sesi tersebut, tindak perjudian online banyak dioperasikan oleh sindikat internasional yang memanfaatkan teknologi canggih untuk mencuci uang dan mendanai aktivitas ilegal lainnya. Pinjaman online ilegal seringkali memiliki hubungan dengan jaringan lintas negara yang memanipulasi korbannya melalui skema keuangan yang merugikan. "Fenomena ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan nasional," tutur narasumber dari Undip.

Antusiasme yang tinggi tercermin dari partisipasi interaktif para peserta dalam penyuluhan. Salah satu remaja berani melontarkan pertanyaan mendasar, "Mengapa judi online dan pinjaman online ilegal menjadi perhatian utama dalam penyuluhan ini?" Menjawab hal itu, pemateri menekankan betapa pentingnya menyadari bahaya dari kedua fenomena ini. "Karena kedua fenomena ini semakin marak dan berisiko tinggi, terutama bagi remaja. Judi online dapat menyebabkan kecanduan dan kerugian finansial, sementara pinjaman online ilegal dapat menjerat korban dengan bunga tinggi dan metode penagihan yang tidak manusiawi," jelas penulis.

Para remaja Karang Taruna juga turut prihatin, banyak di antaranya membagikan cerita tentang orang-orang di sekitar mereka yang sudah terjebak dalam lingkaran perjudian online. Fenomena "gali lubang tutup lubang" menjadi kebiasaan, di mana mereka terus mencari pinjaman baru untuk menutupi pinjaman lama yang telah lewat masa tenggang.

Penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya yang mengintai. Edukasi semacam ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan yang memadai agar dapat menghindari perangkap pinjaman online ilegal dan judi online yang merusak.

Acara ini diakhiri dengan pesan penting bagi para peserta, yakni mengajak mereka untuk menyebarluaskan informasi yang telah didapatkan kepada teman dan keluarga. "Dengan cara ini, kesadaran terhadap bahaya judi online dan pinjaman online bisa semakin meluas di masyarakat," ujar salah satu peserta.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan remaja Karang Taruna RW 03, Kelurahan Tegalharjo, dapat menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dari ancaman digital yang kian hari kian mengancam. Langkah konkret seperti ini diharapkan bisa menjadi katalisator bagi gerakan lebih luas untuk melawan praktek ilegal dan menumbuhkan generasi yang lebih bijak dalam menghadapi tantangan era digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index