BSI Genjot Pertumbuhan Bisnis

BSI Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Inovasi Digital dan Ekosistem Syariah, Cetak Pertumbuhan Luar Biasa di 2024

BSI Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Inovasi Digital dan Ekosistem Syariah, Cetak Pertumbuhan Luar Biasa di 2024
BSI Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Inovasi Digital dan Ekosistem Syariah, Cetak Pertumbuhan Luar Biasa di 2024

Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukan performa mengesankan dengan mencatat pertumbuhan fee-based income (FBI) signifikan sebesar 32,58% year over year (yoy) di 2024. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa transformasi digital yang dilakukan perusahaan mampu memberikan dampak besar terhadap keberhasilan menjaga tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan, Senin, 10 Februari 2025.

BSI melaporkan perolehan FBI mencapai Rp5,51 triliun, dengan fee-based ratio (FBR) sebesar 17,95%, lebih baik daripada periode tahun sebelumnya. "Kami berhasil menggali potensi dari Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah, salah satunya melalui produk bisnis emas dan haji," ujar Hery Gunardi dalam keterangannya pada Jumat, 7 Februari 2025

Inovasi Digital Menopang Pertumbuhan

BSI terus berinovasi membuka berbagai potensi baru, terutama dari lini bisnis emas. Melalui layanan gadai dan cicil emas, perseroan berhasil mencapai pertumbuhan bisnis emas hingga Rp12,82 triliun pada Desember 2024, meningkat 78,18% yoy. Produk cicil emas BSI melesat hingga 177,42% menjadi Rp6,40 triliun, sedangkan produk gadai emas naik 31,33% mencapai Rp6,42 triliun.

Peningkatan ini juga dibarengi dengan pertumbuhan basis nasabah, dimana nasabah gadai emas mengalami kenaikan sebesar 11% yoy, sementara nasabah cicil emas melonjak 81% yoy. "Bisnis emas ini menjadi unique product BSI dan juga sebuah golden opportunity untuk terus berkembang," tambah Hery.

Inovasi ini juga tercermin dari upaya BSI menggenjot pertumbuhan tabungan haji melalui platform digital. Pada akhir 2024, jumlah nasabah tabungan haji mencapai 5,6 juta, dengan saldo tabungan meningkat menjadi Rp14,5 triliun. Langkah ini menunjukkan komitmen BSI dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan dari berbagai lini bisnis.

SuperApp BYOND: Langkah Strategis BSI di Era Digital

Peluncuran SuperApp BYOND by BSI pada November 2024 menjadi salah satu terobosan terbesar yang dilakukan perseroan. Menurut Hery, aplikasi ini dirancang untuk memudahkan transaksi nasabah di era digital, menggabungkan berbagai layanan e-channel dalam satu platform.

Dengan dukungan SuperApp ini, BSI mencatatkan 851,5 juta transaksi e-channel pada 2024, dimana sekitar 98,03% transaksi nasabah sudah melalui kanal digital. BYOND by BSI juga telah menarik 2 juta pengguna dengan jumlah transaksi mencapai 16 juta, menandakan peralihan signifikan nasabah ke layanan digital.

Hery menegaskan, "Peluncuran BYOND mendorong peralihan (shifting) nasabah dan memperkuat transaksi digital yang menjadi tulang punggung pertumbuhan BSI."

Rencana Pengembangan Layanan Terintegrasi

Ke depan, BSI telah merencanakan pengembangan lebih lanjut dari layanan BYOND, yakni layanan terintegrasi yang dapat memberikan solusi transaction banking bagi nasabah institusi dan perusahaan. Layanan ini dirancang dengan berbagai top fitur seperti cash management, value chain financing, trade finance, custody, dan investment yang user friendly.

"Dengan peluncuran layanan terintegrasi ini, kami berharap dapat memenuhi seluruh kebutuhan transaction banking nasabah dengan kemudahan dan keandalan yang kami tawarkan," tutup Hery.

Melalui kombinasi strategi Islamic ecosystem dan inovasi digital, BSI tidak hanya mampu mendongkrak pertumbuhan FBI tetapi juga menguatkan posisinya sebagai pemimpin dalam industri bank syariah di Indonesia. Inovasi dan diversifikasi produk menjadi kunci keberhasilan BSI untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh nasabah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index