Askrindo

Askrindo Imbau Pemudik Mitigasi Risiko Lewat Asuransi Lebaran

Askrindo Imbau Pemudik Mitigasi Risiko Lewat Asuransi Lebaran
Askrindo Imbau Pemudik Mitigasi Risiko Lewat Asuransi Lebaran

JAKARTA - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang. Perjalanan panjang untuk kembali ke kampung halaman demi berkumpul bersama keluarga kerap dipenuhi rasa haru dan bahagia. 

Namun di balik euforia tersebut, terdapat berbagai risiko yang tak bisa diabaikan, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga potensi kerugian pada rumah dan tempat usaha yang ditinggalkan.

Kondisi lalu lintas yang padat saat arus mudik meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden di jalan. Di sisi lain, rumah kosong dan tempat usaha tanpa pengawasan juga berisiko mengalami kebakaran, pencurian, atau bencana alam. 

Melihat situasi ini, PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo mengajak masyarakat untuk lebih sadar pentingnya perlindungan melalui produk asuransi.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Fankar Umran selaku Direktur Utama Askrindo. Ia mengimbau masyarakat yang hendak mudik pada hari raya Idul Fitri untuk memitigasi risiko selama perjalanan dengan asuransi kecelakaan diri (personal accident) dan asuransi mikro. Menurutnya, langkah preventif ini penting agar momen silaturahmi tetap terasa aman dan nyaman.

Berikut ulasan lengkap mengenai imbauan tersebut serta berbagai produk perlindungan yang ditawarkan.

Pentingnya Asuransi Kecelakaan Diri Saat Mudik

Terkait asuransi kecelakaan diri, ia mengatakan nasabah bisa mendapatkan santunan hingga Rp20 juta dengan premi yang terjangkau. Perlindungan ini dinilai relevan terutama ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam selama musim Lebaran.

“Asuransi kecelakaan diri itu penting, terutama di masa-masa hiruk pikuk kendaraan, masa-masa Lebaran,” kata Fankar Umran saat ditemui usai menghadiri Safari Ramadan dan Buka Puasa Bersama PT Askrindo di Jakarta, Rabu sore (4/3).

Ia pun menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum sadar (aware) atas pentingnya memiliki produk asuransi tersebut. Padahal, risiko kecelakaan kerap meningkat setiap kali arus mudik dan arus balik terjadi secara bersamaan di berbagai daerah.

“Berasuransi kecelakaan dirilah sebelum berangkat ke mana-mana, karena kita tahu bahwa setiap terjadi mudik ramai seperti ini, selalu ada laporan kecelakaan dan banyak (kejadiannya),” tuturnya.

Melalui perlindungan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada persiapan fisik perjalanan, tetapi juga pada kesiapan finansial jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Perlindungan Rumah Dan Usaha Selama Ditinggalkan

Selain risiko kecelakaan, Fankar juga mengingatkan masyarakat untuk memitigasi risiko terkait rumah dan tempat usaha yang nantinya ditinggalkan selama mudik ke kampung halaman. Rumah kosong dalam beberapa hari hingga pekan bisa menjadi sasaran tindak kejahatan atau terdampak musibah tanpa penanganan cepat.

Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki produk Asuransi Mikro Rumahku dan Asuransi Mikro Usahaku untuk melindungi rumah dan tempat usaha dari risiko kebakaran, pencurian, hingga bencana alam. Produk ini dirancang agar terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk pelaku usaha kecil.

Nasabah bisa mendapatkan santunan sebesar Rp2,5 juta untuk gerobak, Rp5 juta untuk kios, dan Rp20 juta untuk rumah dengan membayar premi sekitar Rp40 ribu per tahunnya. Skema ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi pemudik yang meninggalkan aset berharganya.

Dengan premi yang relatif ringan, perlindungan ini menjadi solusi mitigasi risiko yang realistis, terutama bagi pelaku usaha mikro yang mengandalkan asetnya sebagai sumber penghasilan utama.

Proses Klaim Tetap Siaga Saat Libur Lebaran

Fankar pun menjamin seluruh klaim nasabah akan tetap diproses selama libur Idul Fitri mendatang melalui sistem Askrindo yang senantiasa siaga meski di momen liburan. Hal ini menjadi komitmen perusahaan agar perlindungan tidak berhenti hanya karena hari libur nasional.

Ia mengatakan, bagi nasabah Asuransi Mikro yang merupakan pelaku usaha binaan BUMN, lembaga pemerintah, maupun Alfamart dapat mengajukan klaim melalui institusi yang membinanya. Mekanisme ini dibuat agar proses administrasi lebih mudah dan terkoordinasi.

Sementara bagi nasabah lainnya dapat mengurus klaim melalui Call Center 1500-405, email care@askrindo.co.id, maupun WhatsApp 0851-7987-7515. Beragam kanal tersebut disediakan untuk memastikan akses layanan tetap terbuka luas.

"Kalau terjadi kecelakaan, ada masalah kebakaran, atau gempa, dan sebagainya, (pembayaran klaim) itu akan diberikan secara tunai langsung dalam kurang lebih 5 hari," ujar Fankar.

Jaminan kecepatan pencairan klaim menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi, khususnya di masa darurat.

Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Risiko Di Masyarakat

Imbauan yang disampaikan manajemen Askrindo bukan sekadar promosi produk, melainkan ajakan untuk membangun budaya mitigasi risiko di tengah masyarakat. Kesadaran berasuransi masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama untuk produk mikro yang sebenarnya dirancang sesuai kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.

Momentum mudik Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya perlindungan finansial. Risiko tidak dapat dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang.

Dengan memanfaatkan asuransi kecelakaan diri dan asuransi mikro untuk rumah serta usaha, masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang. Perlindungan ini diharapkan menjadi bagian dari persiapan wajib selain memastikan kendaraan prima dan kondisi fisik sehat.

Pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai di kampung halaman, tetapi juga tentang kembali dengan selamat dan tetap memiliki rasa aman terhadap aset yang ditinggalkan. Upaya mitigasi risiko melalui asuransi menjadi langkah bijak agar kebahagiaan Idul Fitri tidak terganggu oleh kejadian tak terduga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index