JAKARTA - Sejumlah warga yang menghuni Kampung Susun Bayam menyampaikan aspirasi langsung kepada Pramono Anung agar segera menghadirkan pusat kegiatan UMKM guna mengatasi kondisi ekonomi yang kurang stabil.
Permintaan tersebut muncul didasari oleh keinginan masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan mandiri yang lebih pasti dan berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal mereka yang baru saat ini.
Kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih mengalami fluktuasi pada Senin 2 Maret 2026 membuat warga merasa perlu adanya intervensi nyata dalam bentuk pemberdayaan sektor usaha mikro tersebut.
Aspirasi Warga Terkait Kemandirian Ekonomi Lokal
Dalam pertemuan tatap muka tersebut warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan formal sehingga pembuatan wadah bagi pelaku UMKM dianggap menjadi solusi paling logis dan sangat mendesak.
Pramono Anung mendengarkan dengan saksama masukan dari para ibu rumah tangga serta pemuda setempat yang berharap agar area Kampung Susun Bayam tidak hanya menjadi tempat tinggal saja.
Masyarakat menginginkan adanya fasilitas ruang usaha yang representatif agar mereka dapat menjajakan berbagai produk kuliner maupun kerajinan tangan hasil karya warga sendiri kepada para pengunjung di daerah.
Pentingnya Pusat Pemberdayaan Di Hunian Vertikal
Pembangunan pusat UMKM di wilayah hunian vertikal seperti Kampung Susun Bayam dinilai akan menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri tanpa warga harus bepergian jauh dari lokasi rumah mereka setiap hari.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang sedang terhimpit akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi di berbagai wilayah kota besar seperti Jakarta saat ini.
Warga meyakini bahwa dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui penyediaan modal serta pelatihan maka produk buatan warga Kampung Susun Bayam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Respons Pramono Anung Terhadap Masalah Ekonomi
Menanggapi permintaan tersebut Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan program-program ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah atau sering disebut akar rumput.
Beliau menyatakan bahwa revitalisasi ekonomi di kampung-kampung padat penduduk merupakan salah satu skala prioritas utama guna menciptakan keadilan sosial bagi seluruh warga yang tinggal di wilayah Jakarta tersebut.
Rencana pembentukan koperasi serta pemberian bimbingan teknis mengenai pemasaran digital juga menjadi poin penting yang akan segera dikaji lebih lanjut guna mendukung keberlangsungan usaha milik warga ke depan.
Tantangan Dan Harapan Masa Depan Warga
Masyarakat Kampung Susun Bayam menaruh harapan besar agar aspirasi mereka tidak hanya sekadar didengar namun dapat segera terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi oleh pihak berwenang.
Kestabilan ekonomi di tingkat rumah tangga dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan hunian yang harmonis serta bebas dari masalah sosial yang kerap timbul akibat faktor kemiskinan.
Dukungan infrastruktur yang menunjang kegiatan usaha seperti akses listrik dan air bersih yang terjangkau juga menjadi poin tambahan yang diminta warga agar operasional UMKM nantinya tidak terbebani biaya tinggi.
Sinergi Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Pembangunan
Keberhasilan pembentukan pusat UMKM ini nantinya akan sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah daerah dengan semangat kemandirian yang dimiliki oleh seluruh warga Kampung Susun Bayam.
Pramono mengajak warga untuk tetap kompak dan mulai melakukan pemetaan terhadap potensi keahlian yang dimiliki agar bantuan yang diberikan nantinya dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Dengan adanya kolaborasi yang baik diharapkan Kampung Susun Bayam dapat menjadi model percontohan bagi hunian vertikal lainnya di Indonesia dalam hal pengelolaan ekonomi mandiri yang berbasis pada kekuatan lokal.