Sembako

Wagub NTB Pastikan Harga Sembako di Pasar Amahami Stabil pada Pertengahan Ramadan 2026

Wagub NTB Pastikan Harga Sembako di Pasar Amahami Stabil pada Pertengahan Ramadan 2026
Wagub NTB Pastikan Harga Sembako di Pasar Amahami Stabil pada Pertengahan Ramadan 2026

JAKARTA - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mengawali rangkaian Safari Ramadan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Amahami, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026). Langkah ini diambil guna memantau potensi lonjakan harga serta memastikan stok bahan pangan tetap terjaga bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil peninjauan langsung, Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda ini menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Meskipun Pasar Amahami merupakan salah satu titik yang diprediksi memiliki potensi inflasi cukup tinggi, ketersediaan barang di pasar tersebut dipastikan dalam kondisi aman.

Kondisi Harga Kebutuhan Pokok di Lapangan

Dari hasil pantauan bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Bima, harga beberapa komoditas tercatat masih terkendali. Harga beras medium berada di angka Rp13.500 per kilogram, sementara harga daging sapi bervariasi antara Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram tergantung bagian dagingnya.

Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, dan cabai lokal berada di angka Rp70.000 per kilogram. Wagub menilai kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan belum melampaui ambang batas yang ditetapkan.

Komitmen Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan instansi terkait guna mengantisipasi gangguan distribusi maupun spekulasi harga. Pengawasan rutin akan terus dilakukan secara intensif hingga akhir masa Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Wagub Dinda menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena pemerintah menjamin stok pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Sinergi Antarinstansi dan Penguatan Ekonomi Lokal

Kegiatan sidak ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi selama bulan puasa. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan para pedagang menjadi kunci penting dalam menjaga ekosistem pasar yang sehat.

Melalui pemantauan yang berkelanjutan, diharapkan fluktuasi harga dapat segera diintervensi melalui langkah-langkah strategis seperti pasar murah atau optimalisasi distribusi logistik pangan jika ditemukan kendala di lapangan di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index