kesehatan

Pakar Harvard Ungkap 10 Suplemen Populer Yang Ternyata Tidak Dibutuhkan Tubuh

Pakar Harvard Ungkap 10 Suplemen Populer Yang Ternyata Tidak Dibutuhkan Tubuh
Pakar Harvard Ungkap 10 Suplemen Populer Yang Ternyata Tidak Dibutuhkan Tubuh

JAKARTA - Seorang pakar kesehatan dari Universitas Harvard mengungkapkan daftar sepuluh jenis suplemen populer yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh metabolisme tubuh manusia normal.

Temuan ini mengejutkan banyak pihak mengingat industri suplemen kesehatan terus berkembang pesat dan sangat diminati oleh masyarakat luas di seluruh dunia belakangan ini.

Penelitian tersebut menekankan bahwa sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan oleh fisik manusia seharusnya didapatkan secara alami melalui konsumsi makanan sehat yang seimbang setiap harinya.

Banyak orang yang terlalu bergantung pada pil atau kapsul tambahan tanpa menyadari bahwa tubuh mereka sebenarnya sudah memiliki kecukupan gizi yang memadai dari asupan harian.

Mitos Kebutuhan Multivitamin Harian Bagi Orang Sehat

Salah satu poin utama yang disoroti adalah penggunaan multivitamin harian yang sering dianggap sebagai jaminan kesehatan bagi individu yang tidak memiliki masalah medis tertentu.

Pakar tersebut menjelaskan bahwa bagi orang dewasa yang memiliki pola makan teratur suplemen multivitamin seringkali hanya akan terbuang melalui sistem ekskresi tubuh tanpa memberikan manfaat signifikan.

Kelebihan vitamin tertentu bahkan dapat membebani kinerja organ ginjal dan hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa adanya pengawasan ketat dari tenaga medis profesional.

Masyarakat disarankan untuk lebih fokus pada variasi menu makanan daripada menghabiskan banyak biaya untuk membeli berbagai macam botol suplemen yang belum tentu efektif kegunaannya.

Suplemen Antioksidan Dan Dampaknya Bagi Metabolisme Tubuh

Penggunaan suplemen antioksidan seperti vitamin E dan beta-karoten yang dosisnya sangat tinggi ternyata tidak selalu memberikan perlindungan ekstra terhadap serangan radikal bebas berbahaya.

Beberapa studi justru menunjukkan bahwa asupan antioksidan sintetis dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alami sel dan berisiko memicu masalah kesehatan lainnya yang tidak terduga sebelumnya.

Sumber antioksidan yang paling baik tetap berasal dari sayuran berwarna hijau gelap serta buah-buahan segar yang mengandung serat dan nutrisi kompleks yang sangat lengkap.

Ketergantungan pada produk olahan kimiawi seringkali membuat orang mengabaikan pentingnya mengonsumsi pangan segar yang sebenarnya jauh lebih murah dan lebih mudah didapatkan di pasar.

Kalsium Dan Suplemen Minyak Ikan Yang Sering Disalahpahami

Pakar dari Harvard juga menyebutkan bahwa suplemen kalsium tidak selalu menjadi solusi utama untuk mencegah pengeroposan tulang bagi setiap individu tanpa adanya diagnosis kekurangan kalsium.

Konsumsi kalsium yang berlebihan melalui pil justru berpotensi meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal serta gangguan pada sistem kardiovaskular jika tidak diimbangi dengan asupan air putih.

Sama halnya dengan suplemen minyak ikan yang sangat populer bagi kesehatan jantung namun efektivitasnya dalam bentuk kapsul masih terus diperdebatkan oleh para peneliti medis dunia.

Mendapatkan asam lemak omega 3 langsung dari mengonsumsi ikan laut seperti salmon atau kembung dinilai jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah manusia secara menyeluruh.

Pentingnya Konsultasi Medis Sebelum Mengonsumsi Suplemen Tambahan

Kesimpulan dari laporan ini adalah pentingnya melakukan pengecekan laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui secara pasti bagian nutrisi mana yang memang benar-benar mengalami kekurangan di dalam tubuh.

Pada Minggu 22 Februari 2026 ini masyarakat dihimbau untuk menjadi konsumen yang lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh iklan produk kesehatan yang menjanjikan hasil instan.

Suplemen tetap memiliki kegunaan medis bagi kelompok tertentu seperti ibu hamil atau penderita penyakit kronis namun penggunaannya harus tetap berdasarkan anjuran dokter yang kompeten di bidangnya.

Dengan memahami kebutuhan asli tubuh kita dapat menghemat pengeluaran sekaligus menjaga organ dalam agar tidak bekerja terlalu keras memproses zat kimia yang sebenarnya tidak diperlukan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index