SOHO Global

SOHO Global Perluas Usaha Strategis Demi Meningkatkan Kinerja dan Penjualan

SOHO Global Perluas Usaha Strategis Demi Meningkatkan Kinerja dan Penjualan
SOHO Global Perluas Usaha Strategis Demi Meningkatkan Kinerja dan Penjualan

JAKARTA - PT Soho Global Medika (SOHO) bergerak agresif menambah kegiatan usaha untuk memperkuat lini bisnis farmasi dan perdagangan eceran. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan memanfaatkan potensi pasar yang terus berkembang. Penambahan usaha ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan laba perusahaan pada tahun mendatang.

Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Perusahaan menargetkan lima klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) baru. Yuliana Tjhai, Senior Executive Vice President SOHO, menyebutkan, “Kegiatan usaha yang ditambahkan pada dasarnya masih berada dalam lingkup usaha yang telah dijalankan grup SOHO.” 

Penambahan ini mencakup perdagangan eceran obat tradisional, barang campuran, komoditi makanan dan minuman, serta perdagangan melalui media dan kontrak fee.

KBLI baru ini juga mencakup perdagangan eceran atas dasar balas jasa atau kontrak, sehingga mekanisme penjualan dapat diperluas. Menurut Yuliana, strategi ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan konsolidasian. 

Perusahaan menekankan bahwa fokusnya tetap pada optimalisasi operasi yang sudah berjalan tanpa membentuk unit atau divisi baru.

RUPSLB dan Proyeksi Kinerja

Untuk menegaskan langkah strategis ini, SOHO berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perusahaan menargetkan pendapatan hingga Rp 11,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp 739,18 miliar dengan penambahan kegiatan usaha. “Langkah ini akan memperkuat kinerja keuangan kami dan mendukung target pertumbuhan 2026,” jelas Yuliana.

RUPSLB juga menjadi forum bagi pemegang saham untuk menyetujui penambahan KBLI baru. Dengan persetujuan tersebut, SOHO dapat langsung mengimplementasikan strategi perluasan usaha. Keputusan ini penting untuk menjaga kesinambungan operasional dan memperluas basis konsumen.

Optimalisasi Struktur Organisasi

Penambahan kegiatan usaha tidak berarti SOHO membentuk divisi baru. Perusahaan memanfaatkan struktur organisasi dan sumber daya manusia yang sudah ada. Yuliana menegaskan, “Kami akan mengoptimalkan tim internal yang telah menangani penjualan e-commerce untuk mendukung KBLI baru.”

Sekitar 12 karyawan dialokasikan untuk mendukung kegiatan usaha tambahan secara bertahap. Penyesuaian alokasi tenaga kerja dilakukan sesuai kebutuhan operasional. Pendekatan ini memastikan perusahaan tetap efisien dan mampu menjaga kualitas layanan kepada konsumen akhir.

Manfaat dan Peluang Pasar

Dengan penambahan KBLI, SOHO dapat menjangkau segmen pasar lebih luas dan memaksimalkan penjualan online. Strategi ini memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan konsumen yang terus berkembang. “Kami optimis ini akan membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan penetrasi pasar,” ujar Yuliana.

Perluasan usaha melalui media perdagangan dan kontrak fee menjadi langkah strategis untuk menghadapi persaingan. SOHO juga menilai inovasi saluran distribusi sebagai kunci untuk menjaga relevansi produk. Optimalisasi digital dan e-commerce dipandang efektif untuk meningkatkan daya saing di era modern.

Dukungan Tim dan Sumber Daya

Perusahaan menekankan pentingnya koordinasi internal untuk suksesnya implementasi KBLI baru. Tim internal yang berpengalaman di e-commerce akan menjadi tulang punggung operasional. Yuliana menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk mengoptimalkan kinerja dan mencapai target penjualan.

Seluruh alokasi karyawan dan tim penjualan dilakukan secara bertahap agar perusahaan tetap adaptif terhadap dinamika pasar. SOHO menyiapkan mekanisme pengawasan dan evaluasi untuk memastikan setiap kegiatan usaha berjalan efektif. Pendekatan ini sekaligus menjaga kualitas layanan, efisiensi biaya, dan keberlanjutan bisnis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index