BBM

Harga BBM 10 Februari 2026: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

Harga BBM 10 Februari 2026: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo
Harga BBM 10 Februari 2026: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA - Pada Februari 2026, kabar menggembirakan datang bagi para pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. 

Setelah beberapa bulan stagnan, harga bahan bakar minyak (BBM) kembali turun di berbagai SPBU besar. Di tengah-tengah lonjakan kebutuhan kendaraan menjelang bulan Ramadan, penurunan harga ini membawa angin segar bagi masyarakat.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo turut menyesuaikan tarif berbagai jenis BBM, baik bensin maupun solar non-subsidi. 

Penyesuaian harga yang dilakukan tidak lepas dari dua faktor utama yang mempengaruhi, yaitu turunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Kedua faktor ini berdampak pada penurunan biaya impor BBM, yang pada akhirnya membuka ruang bagi operator SPBU untuk menurunkan harga jual.

Penyebab Penurunan Harga BBM Februari 2026

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan harga BBM ini adalah turunnya harga minyak mentah dunia. Harga minyak dunia yang sempat mengalami fluktuasi tinggi beberapa waktu lalu, kini mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan. 

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan penting dalam menurunkan biaya impor bahan bakar.

Dalam konteks ini, kedua faktor tersebut saling mendukung, menciptakan ruang bagi perusahaan-perusahaan penyedia BBM untuk melakukan penyesuaian harga. Kinerja sektor energi yang stabil ini menjadi langkah positif untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan industri.

Pembaruan Harga BBM Pertamina di Awal Februari 2026

Pertamina, sebagai perusahaan penyedia BBM terbesar di Indonesia, telah mengumumkan penurunan harga BBM pada awal Februari 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk beberapa varian bensin dan solar non-subsidi, di seluruh wilayah Indonesia, dengan harga yang cukup terjangkau untuk masyarakat. 

Berikut adalah daftar harga terbaru untuk produk BBM Pertamina:

Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter

Biosolar (CN 48): Rp 6.800 per liter

Pertamax (RON 92): Rp 11.800 per liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 12.700 per liter

Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.450 per liter

Dexlite (CN 51): Rp 13.250 per liter

Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.500 per liter

Penurunan harga ini terasa sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat semakin mendekatnya bulan Ramadan, ketika konsumsi BBM diperkirakan akan meningkat.

Penyesuaian Harga BBM Shell, BP, dan Vivo

Tidak hanya Pertamina, beberapa operator SPBU lain seperti Shell, BP, dan Vivo juga mengikuti langkah tersebut dengan menyesuaikan harga BBM mereka. 

Masing-masing perusahaan memiliki kebijakan harga yang berbeda, namun secara keseluruhan, mereka sepakat untuk menurunkan harga, baik untuk bensin maupun diesel. Berikut adalah daftar harga terbaru BBM dari masing-masing operator:

Shell Indonesia:

Shell Super (RON 92): Rp 12.050 per liter

Shell V-Power (RON 95): Rp 12.500 per liter

Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 12.720 per liter

Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp 13.600 per liter

BP-AKR:

BP 92 (RON 92): Rp 12.050 per liter

BP Ultimate (RON 95): Rp 12.500 per liter

BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp 13.600 per liter

Vivo:

Revvo 92 (RON 92): Rp 12.050 per liter

Revvo 95 (RON 95): Rp 12.500 per liter

Diesel Primus Plus (CN 51): Rp 13.610 per liter

Penyesuaian Harga di Berbagai Wilayah Indonesia

Harga BBM di seluruh Indonesia juga mengalami penyesuaian, dan ini sangat bervariasi tergantung pada wilayahnya. Beberapa daerah yang mengalami penurunan harga signifikan adalah Pulau Jawa dan Bali, serta beberapa wilayah lain di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Berikut adalah harga BBM terbaru untuk wilayah tertentu:

Sumatera & Sekitarnya

Aceh:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 12.100 per liter

Pertamax Turbo: Rp 13.000 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dexlite: Rp 13.550 per liter

Pertamina Dex: Rp 13.800 per liter

Free Trade Zone (FTZ) Sabang:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 11.100 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dexlite: Rp 12.350 per liter

Jawa & Bali

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 11.800 per liter

Pertamax Turbo: Rp 12.700 per liter

Pertamax Green 95: Rp 12.450 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dexlite: Rp 13.250 per liter

Pertamina Dex: Rp 13.500 per liter

Kalimantan

Kalimantan Barat, Tengah, Timur:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 12.100 per liter

Pertamax Turbo: Rp 13.000 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dexlite: Rp 13.550 per liter

Pertamina Dex: Rp 13.800 per liter

Sulawesi

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Tenggara, Selatan, Barat:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 12.100 per liter

Pertamax Turbo: Rp 13.000 per liter

Biosolar: Rp 6.800 per liter

Dexlite: Rp 13.550 per liter

Pertamina Dex: Rp 13.800 per liter

Stabilitas Pasar dan Harapan ke Depan

Penurunan harga BBM ini mencerminkan respons positif sektor energi terhadap kondisi pasar global yang lebih stabil. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas industri energi nasional, di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. 

Dengan adanya kebijakan penyesuaian harga ini, diharapkan masyarakat dapat merasa terbantu, terutama menjelang bulan Ramadan, di mana permintaan BBM biasanya meningkat.

Namun, meskipun harga BBM menurun, penting untuk tetap memantau dinamika pasar, karena perubahan harga minyak mentah dunia dan faktor ekonomi global lainnya dapat memengaruhi fluktuasi harga di masa mendatang. 

Pemerintah dan perusahaan-perusahaan penyedia BBM diharapkan dapat terus menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan pasokan energi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index