JAKARTA - Maskapai nasional kembali memperluas jaringan penerbangan dengan menghadirkan jalur baru dari Kendari menuju sejumlah kota strategis.
Langkah ini menjadi sinyal kuat penguatan konektivitas wilayah timur Indonesia dengan pusat ekonomi nasional dan regional. AirAsia buka rute penerbangan baru di Kendari hingga Malaysia sebagai bagian dari strategi memperluas akses perjalanan udara.
Pembukaan rute ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap pergerakan wisata dan aktivitas ekonomi lokal. Kendari diposisikan sebagai simpul penting penghubung Sulawesi Tenggara dengan berbagai destinasi utama. Kehadiran rute baru ini juga membuka peluang perjalanan yang lebih efisien bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Konektivitas udara yang semakin luas menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan daerah. Akses penerbangan dinilai mampu mempercepat mobilitas orang dan barang. Dengan rute baru ini, Kendari mendapat peran strategis dalam jaringan penerbangan nasional dan internasional.
Komitmen AirAsia Perluas Akses Wilayah Timur
Plt Direktur Utama Indonesia AirAsia, Kapten Raden Achmad Sadikin, menyampaikan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari upaya memperluas konektivitas.
Ia menegaskan jalur penerbangan ini dirancang untuk menghubungkan Sulawesi, khususnya Sulawesi Tenggara, dengan berbagai kota penting. Konektivitas tersebut diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi daerah.
Menurutnya, rute baru ini membuka peluang lebih luas bagi pengusaha dan wisatawan. Akses yang semakin mudah memungkinkan peningkatan kunjungan ke Kendari dari berbagai daerah. Hal ini diyakini akan mendorong perputaran ekonomi lokal.
"Bagi kami ini bukan hanya komitmen manajemen Indonesia Air Asia menghadirkan akses perjalanan yang lebih luas dan memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha atau wisatawan," ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan fokus maskapai pada kemudahan akses dan pilihan perjalanan. Fleksibilitas menjadi nilai utama dalam pengembangan rute ini.
Jadwal Operasi dan Rute Penerbangan Baru
Achmad Sadikin menjelaskan bahwa rute penerbangan baru ini akan mulai beroperasi pada 7 Maret 2026. Layanan penerbangan disiapkan dengan frekuensi dua kali sehari untuk mendukung kebutuhan mobilitas. Penjadwalan ini disesuaikan dengan tingginya permintaan perjalanan.
Rute domestik yang dibuka meliputi Kendari menuju Makassar, Palu, dan Surabaya. Kota-kota tersebut dipilih karena memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi dan konektivitas. Jalur ini diharapkan memperkuat arus perjalanan antarwilayah.
Untuk rute internasional, penerbangan dari Kendari menuju Kuala Lumpur akan dilayani melalui transit Makassar. Skema ini memberi akses internasional yang lebih mudah bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Rute tersebut sekaligus memperluas jaringan internasional AirAsia dari wilayah timur Indonesia.
Kendari Sebagai Gerbang Destinasi Wisata
Achmad Sadikin menyampaikan bahwa Kendari memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk destinasi unggulan Sulawesi Tenggara. Kota ini menjadi gerbang bagi wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata seperti Wakatobi. Peran tersebut memperkuat nilai strategis Kendari dalam peta pariwisata nasional.
"Di sisi lain Surabaya merupakan sebagai salah satu pusat ekonomi pulau Jawa dan Kota Palu yang memiliki destinasi wisata yang terus berkembang di Sulawesi," ucapnya. Pernyataan ini menegaskan alasan pemilihan rute penerbangan yang dibuka. Setiap kota memiliki potensi ekonomi dan wisata yang saling melengkapi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang mendukung pembukaan rute tersebut. Dukungan lintas sektor dinilai penting dalam memperluas akses wilayah timur Indonesia. Kolaborasi ini menjadi fondasi keberlanjutan pengembangan penerbangan.
Dampak Pariwisata dan Harga Tiket Penerbangan
Menurut Achmad, waktu pengoperasian rute disesuaikan dengan arus mudik Lebaran 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Kesiapan layanan menjadi prioritas dalam periode perjalanan padat.
"Untuk harga tiket penerbangan Kendari menuju Makassar dimulai dari harga Rp600 ribu dan penerbangan menuju Kuala Lumpur Malaysia di harga Rp1,9 juta," ucapnya. Penetapan harga ini diharapkan terjangkau bagi berbagai segmen penumpang. Kebijakan tarif menjadi bagian dari strategi menarik minat perjalanan.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Sultra, Samsinar Sasa, menilai rute baru ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia menyebut konektivitas transportasi sebagai elemen utama pembangunan pariwisata. Akses darat, laut, dan udara saling berkaitan dalam mendukung sektor wisata.
Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan transportasi. "Artinya, pembangunan pariwisata kekuatannya pada tersedianya akses transportasi di wilayah itu," ucapnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran penerbangan dalam pariwisata.
Samsinar menyampaikan data kunjungan wisatawan yang terus meningkat sejak 2023 hingga 2025. Jumlah wisatawan nusantara tercatat naik dari 11 juta menjadi 13,2 juta kunjungan. Kendari dan Kolaka Utara menjadi tujuan terbanyak wisatawan.
Ia juga memaparkan moda transportasi yang digunakan wisatawan nusantara. Sebagian besar menggunakan transportasi darat, disusul kapal laut, dan pesawat udara. Dengan kehadiran AirAsia, diharapkan proporsi perjalanan udara dapat meningkat.
"Sehingga dengan kehadiran Air Asia diharapkan bisa menaikkan kunjungan wisatawan melalui moda transportasi udara," ungkapnya. Harapan ini sejalan dengan upaya memperluas akses dan kenyamanan perjalanan. Penerbangan menjadi pilihan strategis bagi wisatawan.
Kegiatan Indonesia AirAsia tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan daerah. Hadir pula perwakilan instansi perhubungan, bandara, karantina, dan pariwisata. Kolaborasi ini mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan konektivitas Sulawesi Tenggara.