Mentan

Mentan Tegaskan NTB Jadi Pusat Pengembangan Bawang Putih dan Jagung Nasional

Mentan Tegaskan NTB Jadi Pusat Pengembangan Bawang Putih dan Jagung Nasional
Mentan Tegaskan NTB Jadi Pusat Pengembangan Bawang Putih dan Jagung Nasional

JAKARTA - Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diarahkan pada wilayah dengan potensi besar dan kesiapan pengembangan jangka panjang. 

Provinsi Nusa Tenggara Barat kini diposisikan sebagai lokomotif baru sektor pertanian strategis. Penegasan ini menandai langkah serius negara dalam membangun basis produksi berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi pusat pengembangan komoditas bawang putih dan jagung nasional guna meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta kesejahteraan petani. 

Arah kebijakan tersebut sekaligus menempatkan NTB dalam peta besar swasembada pangan nasional. Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas daerah dan petani lokal.

“NTB salah satu pilar utama pengembangan jagung dan bawang putih nasional, sekaligus basis pengembangan industri pakan ternak, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan periode 2026–2030,” kata Mentan dalam keterangannya. 

Penegasan ini menjadi fondasi kebijakan lintas subsektor pertanian. Pemerintah menilai NTB layak memasuki fase penguatan produksi dan hilirisasi.

Potensi Lahan Jadi Fondasi Pengembangan

Penetapan NTB sebagai wilayah strategis tidak terlepas dari keunggulan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut. Potensi lahan dan kondisi agroklimat dinilai sangat mendukung pengembangan bawang putih dan jagung. Kesiapan daerah menjadi modal utama memasuki tahap penguatan industri pertanian.

Mentan menyebut hal itu berdasarkan besarnya potensi lahan, keunggulan agroklimat, dan kesiapan NTB untuk masuk ke fase hilirisasi pertanian. Data lahan menjadi acuan utama perencanaan produksi nasional. Pemerintah melihat peluang peningkatan hasil yang signifikan dari wilayah ini.

NTB memiliki potensi lahan bawang putih seluas 7.750 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten. 

Kabupaten Lombok Timur tercatat memiliki potensi terbesar sekitar 2.500 hektare, disusul Lombok Utara 2.000 hektare, Bima 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, serta Lombok Tengah sekitar 750 hektare. Sebaran tersebut memperlihatkan kekuatan NTB sebagai sentra produksi nasional.

Target Produksi dan Perubahan Pola Kerja

Peta potensi lahan tersebut menjadi dasar penetapan target tanam dan produksi secara nasional. Pemerintah pusat memanfaatkan data tersebut untuk menentukan arah kebijakan intervensi. Langkah ini bertujuan mempercepat pencapaian swasembada bawang putih nasional.

Menurutnya, peta potensi itu menjadi dasar penetapan target tanam, target produksi, serta intervensi kebijakan pemerintah pusat menuju swasembada bawang putih nasional. Kebijakan ini menuntut kerja nyata di lapangan. Perencanaan administratif saja dinilai tidak cukup.

Amran menegaskan penetapan NTB sebagai wilayah strategis harus dijawab dengan kerja nyata dan percepatan di lapangan, bukan berhenti pada perencanaan administratif. Perubahan pola kerja menjadi kunci keberhasilan. Seluruh elemen diminta bergerak aktif.

Peran PPL dan Penguatan Mentalitas

Dalam berbagai kesempatan, Mentan menekankan pentingnya perubahan pola pikir seluruh pelaku pertanian. Keberhasilan pembangunan sektor pangan dinilai sangat bergantung pada mentalitas kerja. Peran sumber daya manusia menjadi faktor penentu utama.

“Yang paling sulit dalam hidup adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB ini bisa sejahtera kalau lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, PPL dibangunkan,” tegas Mentan Amran. Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya kebangkitan kolektif. Pendampingan petani menjadi fokus utama.

Menurut Amran, keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak, terutama di level pendampingan petani. PPL diminta hadir langsung di lapangan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak produktivitas.

Hilirisasi Jagung dan Warisan Pembangunan

“PPL jangan pernah kena sinar matahari di rumah. Bangunkan lahan tidur di NTB. PPL harus bersama lahan. Insya Allah NTB ini sejahtera,” ujarnya. Arahan ini menegaskan pentingnya kehadiran nyata pendamping pertanian. Produktivitas hanya dapat meningkat dengan kerja langsung.

Dalam arahannya, Mentan menegaskan bawang putih merupakan komoditas strategis nasional yang harus dikelola secara serius dan terukur. Langkah ini sejalan dengan agenda pengurangan impor. Produksi dalam negeri menjadi prioritas utama.

“Bawang putih ini sektor pertanian yang sangat baik. Kalau dikelola serius, produksinya bisa ditingkatkan. Jangan puas dengan hasil rendah, kita harus berani naikkan produktivitas,” tambah Mentan. Selain bawang putih, jagung tetap menjadi tulang punggung pertanian NTB. Pemerintah menyiapkan penguatan nilai tambah.

Lebih lanjut Amran mengatakan penegasan peran strategis NTB sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden menempatkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional. Indonesia dinilai telah memasuki fase penting menuju kemandirian pangan.

Sebagai bentuk komitmen negara, Kementerian Pertanian memastikan intervensi penuh mulai dari benih hingga pendampingan teknis. “Benih dibantu sepenuhnya, gratis. Seluruh biayanya ditanggung kementerian,” tutur Amran. Negara mendorong kesiapan kerja sebagai kunci kemajuan.

Selain itu, pemerintah merencanakan investasi pabrik pakan ternak di NTB sebagai bagian strategi hilirisasi jagung. Pabrik ini diproyeksikan menyerap hasil panen petani. Stabilitas harga dan efisiensi rantai pasok menjadi target utama.

“Tolong kawal baik-baik jagung di sini, juga bawang putih. Ini masa depan NTB,” ujar Mentan Amran. Di hadapan kepala daerah, ia menekankan pentingnya warisan pembangunan. “Manusia meninggalkan nama baik, meninggalkan legacy,” imbuhnya.

Dengan potensi lahan besar, dukungan kebijakan nasional, dan hilirisasi industri, NTB diproyeksikan menjadi sentra agroindustri nasional. Mentan NTB jadi pusat komoditas bawang putih dan jagung nasional menjadi visi jangka panjang pemerintah. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index