Garuda Indonesia

Transformasi Garuda Indonesia Perkuat Fundamental Bisnis Maskapai Nasional

Transformasi Garuda Indonesia Perkuat Fundamental Bisnis Maskapai Nasional
Transformasi Garuda Indonesia Perkuat Fundamental Bisnis Maskapai Nasional

JAKARTA - Upaya penyehatan kinerja maskapai nasional Garuda Indonesia terus mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari internal perusahaan sendiri. 

Di tengah tantangan industri penerbangan yang masih diwarnai fluktuasi biaya dan ketatnya persaingan, transformasi bisnis yang dijalankan manajemen dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang. Dukungan pun datang dari serikat karyawan dan awak kabin yang melihat transformasi ini sebagai kebutuhan bersama.

Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) bersama Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyatakan komitmennya mendukung langkah-langkah transformasi yang tengah dijalankan perusahaan. 

Dukungan tersebut mencakup kebijakan penataan ulang operasional, penguatan disiplin biaya, hingga langkah-langkah efisiensi lainnya yang dinilai penting untuk memperbaiki fundamental bisnis maskapai pelat merah tersebut.

Dukungan Karyawan terhadap Transformasi Perusahaan

Sekarga dan IKAGI menyampaikan berbagai aspirasi dari anggota terkait dinamika dan kondisi yang terjadi saat ini di lingkungan Garuda Indonesia. 

Aspirasi tersebut disampaikan melalui dialog dengan manajemen sebagai bagian dari proses membangun hubungan industrial yang lebih adaptif dan transformatif.

Perwakilan serikat pekerja menekankan pentingnya kolaborasi antara karyawan dan perusahaan sebagai mitra strategis. Menurut mereka, hubungan industrial yang sehat dan saling mendukung menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan, khususnya di tengah proses perubahan yang tidak mudah.

Ketua Sekarga Dwi Yulianta menegaskan bahwa kebijakan transformasi yang ditempuh perusahaan merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyehatkan kinerja Garuda Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan tersebut dinilai patut mendapatkan dukungan dari seluruh karyawan.

Ia menyampaikan bahwa serikat karyawan telah melakukan dialog intensif dengan manajemen untuk memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh, termasuk tantangan yang dihadapi serta arah kebijakan ke depan. Dari proses tersebut, serikat menilai manajemen tetap menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan di tengah agenda transformasi.

“Fokus transformasi saat ini harus disikapi sebagai misi bersama. Langkah transformasi yang diambil bukan keputusan yang sederhana, namun diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Dwi Yulianta.

Aspirasi Serikat dan Hubungan Industrial Transformatif

Selain memberikan dukungan, Sekarga juga menekankan pentingnya membangun ekosistem hubungan industrial yang lebih transformatif. Dalam konteks ini, serikat pekerja tidak hanya berperan sebagai penyampai aspirasi, tetapi juga sebagai mitra strategis perusahaan dalam merumuskan solusi yang berimbang antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan.

Menurut perwakilan serikat, transformasi perusahaan idealnya dilakukan dengan pendekatan dialog dan keterbukaan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami secara utuh oleh seluruh insan Garuda, sehingga meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan rasa memiliki terhadap perusahaan.

Langkah-langkah efisiensi dan penguatan disiplin biaya, misalnya, dinilai perlu disertai dengan komunikasi yang jelas mengenai tujuan dan dampaknya. 

Serikat pekerja melihat bahwa ketika karyawan memahami urgensi kebijakan tersebut, dukungan akan tumbuh secara alami sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga masa depan perusahaan.

Pendekatan kolaboratif ini juga diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif selama proses transformasi berlangsung, sehingga fokus utama perusahaan untuk memperbaiki kinerja dapat berjalan tanpa gangguan berarti.

Komitmen Awak Kabin Jaga Profesionalisme Layanan

Dukungan terhadap transformasi Garuda Indonesia juga disampaikan oleh Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI, Uray Indrayana Kusumawijaya, menyatakan bahwa awak kabin memahami kebijakan efisiensi yang diterapkan perusahaan sebagai bagian dari komitmen kolektif seluruh insan Garuda.

Menurutnya, awak kabin menyadari bahwa kondisi perusahaan saat ini menuntut adanya penyesuaian agar Garuda Indonesia dapat kembali tumbuh secara sehat. Oleh karena itu, kebijakan yang diterapkan manajemen dipandang sebagai langkah realistis yang perlu dijalankan sesuai dengan kemampuan dan kondisi perusahaan.

“Kami mendukung kebijakan yang diterapkan perusahaan sesuai dengan kemampuan dan kondisi saat ini, serta berkomitmen menjaga profesionalisme dan kualitas layanan kepada penumpang selama proses transformasi berlangsung,” ungkap Uray.

Ia menambahkan bahwa kualitas layanan dan profesionalisme awak kabin tetap menjadi prioritas utama, meskipun perusahaan tengah menjalani proses perubahan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan penumpang sekaligus mempertahankan citra Garuda Indonesia sebagai maskapai layanan penuh.

Efisiensi Dinilai Kunci Perkuat Fundamental Bisnis

Sementara itu, analis independen bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai bahwa efisiensi merupakan kunci utama dalam keberhasilan transformasi maskapai. Menurutnya, upaya efisiensi perlu dilakukan secara menyeluruh, baik pada aspek operasional maupun non-operasional.

Pada sisi operasional, efisiensi dapat ditempuh melalui pengelolaan rute penerbangan yang lebih optimal serta penggunaan pesawat yang lebih hemat bahan bakar. Langkah-langkah ini dinilai dapat menekan biaya tanpa mengurangi kualitas layanan.

Di sisi non-operasional, Gatot menilai pengelolaan sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta penyederhanaan prosedur menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi. Dengan struktur yang lebih ramping dan proses yang lebih efisien, maskapai memiliki ruang lebih besar untuk memperbaiki kinerja keuangan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa efisiensi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keselamatan penerbangan maupun melanggar regulasi yang berlaku. “Keselamatan dan keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Dengan dukungan dari serikat karyawan, awak kabin, serta pandangan positif dari analis independen, program transformasi Garuda Indonesia diharapkan mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan. 

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk mendorong kinerja yang lebih sehat, termasuk pencapaian target laba bersih dan ekuitas positif pada akhir periode mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index