GAS

Proyek Pipa Gas Cisem II Diharapkan Selesai pada Maret 2026

Proyek Pipa Gas Cisem II Diharapkan Selesai pada Maret 2026
Proyek Pipa Gas Cisem II Diharapkan Selesai pada Maret 2026

JAKARTA - Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2 dipastikan akan selesai tepat waktu pada Maret 2026. 

Dengan selesainya proyek ini, diharapkan aktivitas jual beli gas akan mulai dilaksanakan pada Juni 2026, membawa dampak signifikan bagi distribusi energi di Jawa.

Proyek Pipa Gas Cisem II sebagai Proyek Strategis

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan optimisme yang tinggi terkait proyek Pipa Gas Cisem II, yang saat ini sedang berlangsung. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa fisik proyek ini akan selesai pada Maret 2026 dan pada Juni 2026, transaksi jual beli gas dapat mulai dilakukan. 

“Cisem II sesuai target, on target, dan insyaallah tahun ini selesai. Insyaallah, tahun ini Maret fisik sudah selesai, Juni sudah boleh jual beli gas,” ujar Laode.

Pipa gas Cisem II ini merupakan kelanjutan dari proyek pipa gas yang menghubungkan Cirebon dan Semarang, yang menjadi bagian penting dalam upaya untuk meningkatkan sistem distribusi gas bumi di Indonesia. 

Proyek ini juga memiliki tujuan untuk memperluas jaringan distribusi gas yang akan mendukung penurunan harga gas di pasar domestik.

Dampak Positif Terhadap Distribusi Gas di Indonesia

Pembangunan Pipa Gas Cisem II tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan energi lokal, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sistem distribusi gas secara nasional. 

Koordinator Perencanaan Pembangunan ESDM, Sugiarto, menyatakan bahwa jaringan pipa gas ini akan menghubungkan wilayah Riau hingga Jawa Timur. 

“Jaringan ini akan mendukung penurunan harga gas dengan memperluas akses suplai dari berbagai sumber, termasuk wilayah timur dan temuan baru di Jawa Tengah, ke daerah-daerah dengan kebutuhan gas yang tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah,” tambah Sugiarto.

Pipa gas ini juga akan mempercepat distribusi gas dari berbagai sumber, termasuk dari wilayah timur Indonesia, yang selama ini menghadapi tantangan dalam distribusi energi. 

Dengan sistem pipa transmisi yang terintegrasi, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan gas dari satu sumber saja dan memungkinkan pasokan gas yang lebih merata ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

Pengembangan Infrastruktur Gas ke Solo dan Yogyakarta

Selain itu, proyek Cisem II juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jaringan gas ke kota-kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencana ini akan membawa pipa transmisi gas lebih jauh ke wilayah Solo dan Yogyakarta. 

Dadan Kusdiana, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa pengembangan pipa gas ini akan dilanjutkan dari Cirebon ke Bandung, serta dari Semarang ke Solo dan Yogyakarta.

“Upaya awal untuk mendorong pengembangan jargas dengan pipa transmisi, kami akan perluas dari Cirebon ke Bandung, kemudian dari Semarang ke Solo dan Jogja,” terang Dadan.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses gas ke lebih banyak wilayah di Jawa, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang di area tersebut.

Pembiayaan Proyek dan Anggaran yang Ditetapkan

Proyek pipa transmisi gas ini membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk dapat terwujud. Berdasarkan informasi yang disampaikan, anggaran untuk dua proyek transmisi gas berikutnya telah dialokasikan dalam DIPA Kementerian ESDM pada tahun 2025 dan 2026. 

Untuk proyek pipa transmisi gas Cirebon-Bandung yang sepanjang 132 kilometer (km), anggaran yang dibutuhkan adalah Rp 865,07 miliar, dengan Rp 10,94 miliar dialokasikan pada tahun 2025 dan Rp 854,13 miliar pada tahun 2026. 

Sedangkan untuk proyek pipa gas Semarang-Solo-Yogyakarta sepanjang 148 km, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 895,63 miliar, dengan Rp 13,13 miliar pada tahun 2025 dan Rp 882,50 miliar pada tahun 2026.

Pembiayaan yang cukup besar ini mencerminkan pentingnya proyek ini dalam jangka panjang untuk memastikan kelancaran distribusi gas dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pasokan energi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index