Lippo

Proyek Meikarta Bergerak, Saham Lippo Cikarang Menguat Signifikan

Proyek Meikarta Bergerak, Saham Lippo Cikarang Menguat Signifikan
Proyek Meikarta Bergerak, Saham Lippo Cikarang Menguat Signifikan

JAKARTA - Perkembangan kawasan perkotaan terpadu kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, tetapi juga dari sejauh mana kawasan tersebut mampu menjadi ruang hidup yang dinamis dan terbuka bagi publik. 

Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh kawasan yang terus berproses menuju konsep tersebut. 

Melalui berbagai aktivitas publik dan pemanfaatan ruang terbuka, kawasan ini menunjukkan transformasi bertahap yang ikut memengaruhi sentimen pasar terhadap PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK).

PT Mahkota Sentosa Utama, entitas usaha LPCK, menyampaikan bahwa mega proyek Meikarta terus mengalami perkembangan yang konsisten. 

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar, menjelaskan bahwa kawasan yang sejak awal dirancang sebagai kota mandiri ini tidak hanya difungsikan sebagai area hunian, tetapi juga sebagai ruang hidup yang semakin aktif, inklusif, dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Kawasan Meikarta Semakin Aktif

Sepanjang 2025, Meikarta secara konsisten menjadi tuan rumah berbagai kegiatan publik berskala besar. Beragam acara tersebut mencakup festival musik, pagelaran budaya, hingga ajang olahraga otomotif.\ Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pergeseran fungsi kawasan yang berkembang menjadi ruang bersama, sekaligus wadah interaksi sosial bagi berbagai lapisan masyarakat.

“Berbagai kegiatan yang hadir di Meikarta merupakan bagian dari upaya menghadirkan kawasan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini, sekaligus mendorong partisipasi komunitas secara positif,” ujar Indra.

Salah satu acara yang menyedot perhatian publik adalah festival musik Dijogetin. Kegiatan ini digelar pada akhir Januari dan Oktober 2025 dengan mengusung konsep musik dangdut yang dikemas secara modern. Festival tersebut berhasil menarik ribuan penonton dan memadati area Central Park Meikarta, menunjukkan daya tarik kawasan sebagai destinasi hiburan terbuka.

Ruang Publik Dan Aktivitas Budaya

Selain festival musik, Central Park Meikarta juga menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya. Pada pertengahan Desember 2025, kawasan ini menjadi tuan rumah festival budaya Jepang ChiChibu Matsuri. 

Acara tersebut menghadirkan ragam pertunjukan budaya dan memperoleh sambutan positif dari para pengunjung yang memadati area kegiatan.

Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal turut tercermin pada April 2025. Saat itu, Central Park Meikarta menjadi lokasi Pagelaran Wayang Golek dalam rangka perayaan Idul Fitri sebagai bagian dari Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi 2025. 

Ribuan warga hadir sejak sore hingga malam hari, memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang inklusif sekaligus wadah ekspresi budaya tradisional.

Keberadaan kegiatan budaya tersebut memperlihatkan upaya pengelola kawasan untuk menjadikan Meikarta sebagai ruang yang tidak hanya modern, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan di tengah pertumbuhan wilayah penyangga ibu kota.

Fasilitas Hijau Dan Komunitas Otomotif

Aktivitas kawasan Meikarta semakin beragam dengan digelarnya Meikarta Speedway Fun Race 2025 di Sirkuit NP Meikarta–Cikarang pada awal Oktober. 

Ajang ini diikuti lebih dari 500 starter dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk menyalurkan minat secara aman dan sportif.

Di luar penyelenggaraan even, Central Park Meikarta terus dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau. Area ini dimanfaatkan oleh penghuni dan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas luar ruang. 

Fasilitas yang tersedia meliputi taman bermain anak, wahana rekreasi keluarga, jogging track, wisata danau, hingga sarana pendukung lain yang mendorong gaya hidup aktif.

Pada 2020, Central Park Meikarta dengan luas mencapai 105 hektare juga tercatat meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai taman buatan terluas di Indonesia yang dimiliki pengembang. Area danau di dalamnya mencapai sekitar 25 hektare, menambah daya tarik kawasan sebagai ruang rekreasi terbuka.

“Dengan kombinasi pembangunan kawasan yang berjalan bertahap, pemanfaatan ruang publik yang aktif, serta fasilitas pendukung yang terus dimaksimalkan, Meikarta terus berproses sebagai ekosistem urban yang tumbuh dan matang, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan Koridor Timur Jakarta,” tutur Indra Azwar.

Sentimen Pasar Dan Saham LPCK

Seiring dengan berbagai perkembangan tersebut, saham PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pada 19 Januari 2026 saham LPCK melonjak 11,81% ke level Rp710. Secara year-to-date, saham LPCK tercatat menguat 19,33%.

Kenaikan harga saham tersebut disinyalir sebagai respons pasar terhadap rencana pemerintah membangun hunian vertikal subsidi di kawasan Meikarta. 

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diketahui tengah mematangkan rencana pembangunan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di wilayah tersebut.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun sedikitnya 18 tower rumah susun subsidi di kawasan Meikarta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga industri.

“Saya hari ini datang ke Meikarta, sesuai dengan apa yang kami sampaikan, kita akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta. Hari ini saya bersama Dirjen dan staf melakukan survei dua titik, nanti datanya akan dilengkapi,” ujar Ara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index