Jakarta - Sumatera Barat tengah menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, utamanya pada proyek tol Sicincin Bukittinggi, yang merupakan kelanjutan dari tol Padang Sicincin. Proyek ini terjebak dalam ketidakpastian akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Meski diterpa berbagai kendala, proyek ini tetap menjadi prioritas pemerintah karena dianggap vital untuk meningkatkan mobilitas dan ekonomi wilayah tersebut, Jumat, 21 Februari 2025.
Menyikapi Ketidakpastian Proyek Tol Sicincin Bukittinggi
Proyek tol Sicincin Bukittinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan, salah satunya dari sisi pembiayaan. Pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah proyek infrastruktur, termasuk tol ini. Namun, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa proyek ini tetap berada dalam rencana prioritas pemerintah. "Walaupun anggaran sedang dalam efisiensi, kami berharap proyek ini tetap bisa diwujudkan dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2026," ujar Andre Rosiade.
Dalam situasi saat ini, ada kekhawatiran bahwa penghematan anggaran dapat menunda dimulainya proyek ini hingga akhir 2026 atau awal 2027. Meski demikian, Andre menegaskan pentingnya proyek ini bagi Sumatera Barat. "Tol Sicincin Bukittinggi sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumbar," lanjutnya.
Prioritaskan Proyek Infrastruktur
Walau proyek tol Sicincin Bukittinggi masih dalam ketidakpastian, Sumatera Barat menyimpan kabar baik di bidang infrastruktur lainnya, seperti proyek flyover Sitinjau Lawik di Padang yang berjalan sesuai jadwal. Proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga tidak terpengaruh langsung oleh kebijakan efisiensi anggaran.
Flyover ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan di jalur Sitinjau Lawik yang terkenal berbahaya, khususnya bagi kendaraan besar yang sering kesulitan melintasi medan curam dan berliku. Groundbreaking proyek ini direncanakan berlangsung Maret 2025, dengan target penyelesaian dalam dua tahun. "Kami berharap proyek flyover ini dapat berjalan lancar karena penting untuk keselamatan dan efisiensi transportasi di jalur Sitinjau Lawik," ungkap seorang pejabat lokal.
Harapan untuk Masa Depan Infrastruktur Sumbar
Keberhasilan proyek flyover Sitinjau Lawik menjadi angin segar bagi Sumatera Barat. Dengan adanya perkembangan positif ini, besar harapan bahwa proyek tol Sicincin Bukittinggi dapat mengikuti jejak yang sama. Infrastruktur yang memadai tidak hanya penting bagi konektivitas, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan untuk memberikan perhatian yang serius, memastikan bahwa proyek-proyek strategis ini dapat terlaksana sesuai rencana. "Kami berharap bahwa pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran dan upaya yang memadai untuk memastikan proyek tol Sicincin Bukittinggi dapat dimulai sesuai jadwal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumbar," kata Andre.
Tantangan yang ada saat ini justru menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, lokal, dan pelaku usaha untuk memastikan keberhasilan proyek infrastruktur. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, implementasi yang tepat dan berkelanjutan diharapkan dapat diwujudkan.