Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia Terkendala Infrastruktur dan Edukasi: Upaya dan Solusi

Jumat, 21 Februari 2025 | 23:20:50 WIB
Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia Terkendala Infrastruktur dan Edukasi: Upaya dan Solusi

Jakarta - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, mencerminkan optimisme akan masa depan mobilitas berkelanjutan. Meski demikian, sejumlah tantangan masih menghadang, terutama terkait keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan minimnya pemahaman mengenai penanganan darurat kendaraan listrik. Kedua aspek ini mendesak untuk segera diatasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat berfungsi secara optimal dan efisien, Jumat, 21 Februari 2025.

PLN, sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, telah mengambil langkah konkret dengan menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara signifikan. Pada tahun lalu saja, sebanyak 3.233 unit SPKLU baru telah dipasang, meningkat tajam dibandingkan dengan 1.081 unit pada tahun 2023. Kini, total SPKLU di seluruh Indonesia telah mencapai 9.956 unit.

Namun, meski jumlah infrastruktur pengisian daya bertambah, belum semua SPKLU mendukung teknologi pengisian daya cepat dengan arus searah (DC). Sebagian besar masih menggunakan arus bolak-balik (AC) yang perlu waktu lebih lama untuk mengisi daya kendaraan. Mayoritas SPKLU di Indonesia sudah menggunakan colokan standar CCS2, meskipun ada beberapa yang masih menggunakan model GBT, yang hanya kompatibel dengan mobil listrik tertentu seperti Wuling.

Di luar fasilitas umum, tren pengisian daya di rumah juga meningkat pesat. Jumlah home charging station meningkat drastis dari 9.393 unit menjadi 28.356 unit, memperlihatkan minat tinggi dari masyarakat terhadap kendaraan listrik. Namun, hal ini belumlah cukup. Menurut pakar mobilitas berkelanjutan, Mahaendra Gofar, rasio antara jumlah charger dan populasi mobil listrik di Indonesia masih jauh dari ideal. "Dalam kondisi ideal, satu charger dapat melayani sepuluh mobil. Namun dengan populasi kendaraan listrik yang sudah mencapai 70 ribu unit, rasio saat ini sekitar satu charger untuk 20 mobil," ungkap Gofar saat berbicara dalam Talk Show Seres dan Voltron di JIExpo Kemayoran, Kamis (20/2/2025).

Antrean di sejumlah SPKLU mulai terlihat, terutama di lokasi-lokasi strategis. "Meski mayoritas pemilik lebih sering mengisi daya di rumah, antrian di SPKLU mulai terjadi di sejumlah titik," tambah Gofar. Kondisi ini mengisyaratkan perlunya perluasan dan peningkatan efisiensi pengisian daya di tempat umum.

Di samping masalah infrastruktur, keterbatasan pemahaman mengenai penanganan kendaraan listrik yang mogok juga turut menjadi tantangan serius. "Banyak yang belum paham bahwa mobil listrik tidak bisa ditarik secara sembarangan. Jika roda penggerak kendaraan listrik berputar saat ditarik, motor listrik dapat terus menghasilkan daya meskipun mobil dalam kondisi mati. Hal ini berisiko merusak sistem penggerak atau baterai," jelas Gofar.

Solusi dari masalah ini, menurut Gofar, adalah memastikan arus listrik dari baterai atau dinamo benar-benar terputus sebelum proses penderekan dilakukan. Jika ini tidak memungkinkan, pilihan terbaik adalah dengan mengangkut kendaraan menggunakan towing yang dapat mengangkat seluruh roda kendaraan, bukan sekadar menariknya. Edukasi mengenai hal ini perlu diperluas kepada teknisi, tenaga penjual di diler, pemerintah, operator jalan tol, hingga perusahaan towing. "Dengan edukasi yang lebih luas, kendaraan listrik tidak hanya berkembang dalam kuantitas tetapi juga didukung dengan sistem yang siap menghadapi berbagai situasi," tandas Gofar.

Sebagai upaya menyongsong era kendaraan listrik, Indonesia tidak hanya memerlukan percepatan penambahan infrastruktur, tetapi juga peningkatan edukasi dan kesadaran berbagai pihak. Dengan kerja sama yang efektif antara pemerintah, penyedia infrastruktur, serta pelaku bisnis otomotif, diharapkan tantangan-tantangan ini dapat teratasi, mempercepat transisi ke periode mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Optimalisasi ekosistem kendaraan listrik merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan perhatian penuh dan tindakan nyata dari semua pemangku kepentingan di negeri ini.

Terkini

Jadwal Bus DAMRI Jogja Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:34 WIB

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:33 WIB

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:32 WIB

Bukit Uluwatu Serap Dana Rights Issue Rp492,83 Miliar

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:30 WIB

PGEO Kejar Kapasitas 1 GW dengan Ekspansi Panas Bumi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:27 WIB