Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menunjukkan kenaikan yang solid sebesar 0,65% atau 44,74 poin, ditutup pada level 6.875 pada akhir sesi perdagangan pertama. Kinerja positif IHSG berhasil dicapai meskipun menghadapi tekanan dari sektor teknologi dan transportasi, demikian menurut data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perdagangan hari ini menunjukkan aktivitas yang cukup aktif dengan nilai transaksi saham mencapai Rp 6,96 triliun. Volume perdagangan mencapai 14,45 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 753.200 kali. Sebanyak 388 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 203 saham harus terkoreksi, dan 364 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Secara total, kapitalisasi pasar dari IHSG dalam sesi pertama ini mencapai Rp 11.822 triliun, Selasa, 18 Februari 2025.
Sektor teknologi mencatat koreksi yang cukup signifikan. Saham dari perusahaan teknologi besar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), mengalami penurunan sebesar 3,66%, berakhir di harga Rp 79, sementara PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga tercatat menurun sebesar 1,37% ke posisi Rp 144. Tekanan pada sektor ini disebut-sebut dipicu oleh sentimen negatif yang berkembang di kalangan investor terkait dengan prospek pertumbuhan ekonomi digital di tengah ketidakpastian global.
"Sektor teknologi saat ini menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait kepastian regulasi dan perubahan kebijakan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan perusahaan teknologi," ungkap seorang analis pasar modal yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Sementara itu, sektor transportasi juga tidak lepas dari tren penurunan. Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merosot 4,17% ke harga Rp 46, dilengkapi dengan PT Temas Tbk (TMAS) yang terkoreksi sebesar 0,75% ke level Rp 135. Penurunan ini bertepatan dengan tingginya harga bahan bakar dan kebijakan pembatasan yang masih berlaku di sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional.
Berbeda dengan sektor-sektor yang tertekan ini, delapan dari sebelas sektor di BEI bergerak di zona hijau, menandakan perbaikan sentimen pasar pada sektor-sektor lainnya. Sektor konsumen nonsiklikal menjadi pendorong utama dengan peningkatan sebesar 1,73%. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,43% dengan harga saham Rp 1.170 per lembar.
Optimisme di pasar saham tanah air juga didukung oleh pergerakan positif bursa saham Asia. Indeks Hang Seng melesat 1,91%, Shanghai Composite naik 0,13%, Nikkei tumbuh 0,69%, dan Straits Times terangkat 0,27%. Pergerakan positif ini menjadi indikasi bahwa investor global memiliki harapan baru terhadap stabilitas ekonomi di kawasan ini.
Dalam daftar top gainers hari ini, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menempati posisi teratas dengan kenaikan 4,12% ke Rp 9.475, disusul PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang meningkat 2,64% ke Rp 3.890, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 2,73% ke Rp 4.140. Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu top losers dengan penurunan 3,66% ke Rp 79, diikuti PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 1,37% ke Rp 144, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 1,42% ke Rp 6.925.
Dengan pergerakan IHSG yang cenderung positif di tengah tekanan sektor tertentu, investor diharap tetap waspada terhadap dinamika pasar. Stabilitas pasar dan kehati-hatian dalam strategi investasi menjadi kunci utama bagi para pelaku pasar dalam menyikapi perubahan yang terjadi di bursa saham domestik maupun global.