Jeo Sasanto Tambah Kepemilikan Saham di PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), Saham Meroket

Senin, 10 Februari 2025 | 17:06:46 WIB
Jeo Sasanto Tambah Kepemilikan Saham di PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), Saham Meroket

Jakarta – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola gerai makan siap saji Pizza Hut di Indonesia, baru saja mengumumkan informasi signifikan terkait perubahan kepemilikan saham dari salah satu direkturnya. Jeo Sasanto, yang menjabat sebagai Direktur di perusahaan tersebut, menambah kepemilikan sahamnya pada tanggal 7 Februari 2025. Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin, 10 Februari 2025 Corporate Secretary Andromeda Hermawan Tristanto mengungkapkan bahwa Jeo Sasanto telah membeli 2.058.500 lembar saham dengan harga Rp157 per lembar.

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung," ungkap Andromeda dalam pernyataan resminya, Senin, 10 Februari 2025.

Dengan transaksi ini, total kepemilikan saham Jeo Sasanto di PZZA meningkat signifikan, mencapai 3,5 juta lembar saham atau 0,11% dari total saham perusahaan. Sebelumnya, Jeo hanya memiliki 1,4 juta lembar saham yang setara dengan 0,05% dari total saham. Langkah yang diambil oleh Jeo Sasanto mengindikasikan kepercayaan kuat terhadap prospek masa depan perusahaan.

Tidak hanya Jeo Sasanto, Pemberton Asian Opportunities Fund, salah satu pemegang saham utama PT Sarimelati Kencana Tbk, juga menambah porsi sahamnya. Pada 4 Februari 2025, Pemberton membeli sebanyak 11.023.700 lembar saham atau sekitar 0,37% dengan harga transaksi Rp159,9281 per saham. Sebelumnya, Pemberton yang berbasis di Singapura dan Kepulauan Cayman telah melakukan akuisisi saham pada 3 Januari 2025 sebanyak 32 juta lembar, setara 1,06% saham, di harga Rp113 per saham dengan investasi mencapai Rp3,616 miliar. Transaksi investasi berlanjut ke bulan sebelumnya, tepatnya 12 Desember 2024, dimana Pemberton membeli 40 juta lembar saham di harga Rp128, mengeluarkan dana sekitar Rp5,120 miliar.

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung," imbuh Andromeda untuk menegaskan bahwa langkah investasi ini dirancang untuk jangka panjang.

Pasca transaksi ini, Pemberton Asian Opportunities Fund kini memiliki 282.103.900 lembar saham, setara dengan 9,34% dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang sebanyak 271.080.200 lembar atau 8,97%. Aksi borong saham ini memberikan indikasi bahwa Pemberton yakin terhadap potensi pertumbuhan dan pengembangan Pizza Hut di Indonesia.

Dampak dari aktivitas transaksi tersebut juga berpengaruh pada pergerakan harga saham PT Sarimelati Kencana Tbk. Pada perdagangan Senin, 10 Februari 2025, harga saham PZZA mengalami kenaikan Rp2 atau menguat 1% menjadi Rp172 per lembar saham.

PT Sarimelati Kencana Tbk, didirikan pada 16 Desember 1987 di Jakarta, adalah pemegang waralaba jaringan restoran Pizza Hut di Indonesia dan telah menjadi bagian dari Grup Sriboga sejak tahun 2004. Pizza Hut, jaringan restoran asal Amerika Serikat, dikenal atas menu Italia-Amerikanya yang meliputi pizza dan pasta, dan telah menjadi salah satu brand makanan cepat saji favorit di Indonesia.

Adapun struktur pemegang saham per 30 Juni 2024 menunjukkan bahwa PT Sriboga Raturaya menguasai 65,15% saham dengan total 1.957.933.250 lembar. Sementara itu, masyarakat umum memegang 22,18% atau 666.440.450 lembar saham. Pemegang besar lainnya termasuk JPMCB NA AIF CLT RE The Scottish Oriental Smaller Companies dengan 7,04% saham dan DBS Bank Ltd. S/A DBS Bank Ltd. S/A Albizia ASEAN Opportunities Fund dengan kepemilikan 5,59%. Jeo Sasanto sebelum transaksi terakhir hanya memegang 0,05% saham.

Dengan aksi penambahan kepemilikan saham ini, baik oleh Jeo Sasanto maupun Pemberton Asian Opportunities Fund, PT Sarimelati Kencana Tbk terus menunjukkan daya tariknya sebagai entitas investasi dengan prospek bisnis yang menjanjikan seiring dengan pertumbuhan industri makanan siap saji di Indonesia. Investor dan pengamat pasar akan terus memantau pergerakan dan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.

Terkini