Jakarta - Menjelang Hari Pers Nasional 2025, dua raksasa platform e-commerce Indonesia, Tokopedia dan ShopTokopedia, secara resmi merilis data tren belanja online di awal tahun. Inisiatif ini tidak hanya memudahkan konsumen dalam berbelanja, tetapi juga memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh pelosok negeri. Dengan optimalisasi sinergi antara kedua platform ini, pelaku usaha lokal diharapkan mampu bersaing lebih kompetitif di tengah gejolak ekonomi digital yang kian dinamis.
Diketahui, tren belanja online di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan sejak pandemi melanda beberapa tahun lalu. Konsumen kini cenderung mengandalkan platform daring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk lifestyle. Tokopedia dan ShopTokopedia menjawab tantangan ini dengan menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan komprehensif, Jumat, 7 Februari 2025.
"Di awal tahun 2025 ini, kami melihat adanya peningkatan dalam transaksi pembelian di Tokopedia dan ShopTokopedia. Konsumen semakin aktif memanfaatkan fitur-fitur baru yang kami luncurkan," ujar Eka Nugraha, Direktur Pemasaran Tokopedia. "Sinergi ini bukan hanya soal menghadirkan pengalaman belanja yang lebih mudah, tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan usaha lokal agar lebih berdaya saing."
Keunggulan sinergi ini terletak pada kelengkapan produk yang lebih variatif dan dukungan logistik yang semakin efisien. Dengan menggabungkan jangkauan luas Tokopedia dan fitur eksklusif yang ada di ShopTokopedia, pelanggan dapat menikmati berbagai promo menarik serta layanan antar yang lebih cepat. Selain itu, UMKM lokal diuntungkan dengan adanya akses ke teknologi pemasaran yang lebih canggih, memungkinkan mereka menjangkau audiens lebih luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Siti Maryam, salah satu pelaku UMKM yang bergabung di platform tersebut, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini membawa dampak yang positif bagi usahanya. "Semenjak bergabung dengan Tokopedia dan ShopTokopedia, penjualan produk saya meningkat dua kali lipat. Fitur promosi yang ditawarkan memungkinkan saya untuk mencapai konsumen di seluruh Indonesia tanpa harus membuka cabang di kota lain," katanya.
Tren belanja yang dirilis juga mengindikasikan perubahan perilaku konsumen yang semakin terarah pada produk-produk lokal. Data menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih produki lokal dengan kualitas bersaing, dibandingkan dengan produk impor yang lebih mahal. Hal ini menjadi angin segar bagi UMKM yang selama ini menghadapi tantangan dalam bersaing dengan brand-brand besar.
"Tidak hanya konsumen di kota besar, masyarakat di daerah pun kini lebih mudah mengakses produk dari pelaku usaha lokal. Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tambah Eka Nugraha.
Dalam menghadapi tantangan masa depan, Tokopedia dan ShopTokopedia berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung pelaku UMKM. Rangkaian pelatihan dan workshop pun dirancang untuk mempersiapkan para pelaku usaha menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Harapannya, UMKM Indonesia dapat terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan daya saing ekonomi digital di kancah global.
Menyambut Hari Pers Nasional 2025, publikasi tren ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha dan konsumen untuk terus mendukung produk lokal. Soliditas antara Tokopedia dan ShopTokopedia tidak hanya mempermudah transaksi online, tetapi juga menjadi wadah yang berfungsi sebagai katalisator bagi pemberdayaan usaha lokal.
Ke depan, kedua platform ini berencana untuk meluncurkan berbagai inovasi dan solusi yang semakin memudahkan pelaku usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang optimal bagi konsumen di seluruh Indonesia. Dengan terus memfasilitasi dan mendukung UMKM, sinergi antara Tokopedia dan ShopTokopedia diharapkan dapat menjadi role model bagi industri e-commerce di Asia Tenggara.