Title: Kontroversi Wenny Myzon: Karyawan PT Timah Dipecat Setelah Konten Viral Hina Honorer Pengguna BPJS

Jumat, 07 Februari 2025 | 18:46:07 WIB
Title: Kontroversi Wenny Myzon: Karyawan PT Timah Dipecat Setelah Konten Viral Hina Honorer Pengguna BPJS

Jakarta - Kasus Wenny Myzon, seorang karyawan PT Timah, berujung pemecatan setelah unggahannya yang viral di media sosial menuai reaksi keras dari publik. Wenny diduga menyindir pekerja honorer yang antre menggunakan BPJS Kesehatan di sebuah rumah sakit. Konten yang diunggahnya memicu kemarahan di kalangan tenaga honorer dan netizen, hingga akhirnya memaksa PT Timah mengambil tindakan tegas.

Menyindir Asuransi Kesehatan BPJS

Awal mula kontroversi ini terjadi ketika Wenny Myzon, yang bekerja di PT Timah, membuat sebuah video dengan alur cerita yang dianggap meremehkan tenaga honorer pengguna BPJS Kesehatan. Dalam video yang banyak dibagikan tersebut, Wenny secara sarkastik menyebut bahwa dirinya, sebagai karyawan PT Timah, mendapat prioritas lebih di rumah sakit, Jumat, 7 Februari 2025.

"Ngantri ya dek? BPJS ya? Oh BPJS, masih honorer ya? Kebetulan saya kan, saya kan (menunjukkan logo PT Timah di pakaian) saya gak ngantri dek, pasien prioritas," ucap Wenny dalam video yang diunggah di Instagram/@medsos_rame.

Akibat video tersebut, mayoritas netizen mengkritik dan menghujat Wenny, menyebabkan dirinya menutup akses ke akun media sosial pribadinya. "Karena video tersebut, banyak netizen merasa Wenny Myzon harus bertanggung jawab atas perkataannya yang dianggap merendahkan martabat pekerja honorer," tulis sebuah komentar di Instagram.

Respons Tak Peduli dan Pro Kontra

Alih-alih menyesal, Wenny Myzon awalnya menunjukkan sikap tak peduli terhadap reaksi masyarakat. Dalam unggahannya di Instagram Story, dia dengan angkuh menyatakan tidak takut dipecat dari PT Timah dan tampak bangga akan ketenarannya yang mendadak di media sosial. "Coba lah masuk lambe turah kan, keren juga lah aku," tulisnya kala itu.

Namun, reaksi publik yang terus mendesak membuat situasi semakin memanas. Puluhan tenaga honorer di Provinsi Bangka Belitung, termasuk jejaring media sosial, melayangkan protes keras dan menuntut tindakan tegas dari PT Timah.

"Kalau bisa, kita minta PT Timah pecat oknum ini. Apalagi kami dengar dia sudah beberapa kali melakukan kesalahan serupa," ujar Yurika Destia, honorer asal Pemprov Bangka Belitung, dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, Senin, 3 Februari 2025.

Minta Maaf di Depan Publik

Setelah semakin terpojok akibat tekanan dari banyak pihak, Wenny Myzon akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan permohonan maaf. Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di sebuah kafe di Bangka Belitung, ia meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh unggahannya dan menegaskan tidak ada niat menghina tenaga honorer.

"Saya atas nama Dwi Citra Weni meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas pernyataan saya di media sosial TikTok yang telah menjadi gaduh di masyarakat," kata Wenny dalam permohonan maafnya, sebagaimana dilaporkan oleh Babel Aktual. Ia menambahkan, "Saya tidak ada niat menghina atau pun melecehkan honorer dalam pernyataan tersebut."

Penegasan dari DPRD dan Keputusan PT Timah

Para honorer juga menuntut Wenny untuk secara resmi meminta maaf didampingi oleh Humas PT Timah dan mengedukasi terkait penggunaan BPJS dan pentingnya menghormati semua lapisan pekerja. Hingga akhirnya, PT Timah memutuskan untuk memecat Wenny Myzon dari jabatannya sebagai tindak lanjut atas pelanggaran etika profesional.

"Diharapkan keputusan ini akan menjadi pembelajaran bagi seluruh karyawan di PT Timah dan masyarakat umum untuk lebih berhati-hati dan menghargai siapapun tanpa memandang status sosial," tukas Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Bangka Belitung.

Kisah ini memberi pelajaran penting terkait penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan beretika, serta menghormati martabat setiap individu tanpa memandang status mereka. Kasus ini menjadi pengingat bahwa segala tindakan dan ucapan di platform digital bisa berdampak luas dan mempengaruhi karier serta reputasi.

Terkini