Kementan Targetkan Produksi Gula Nasional 3 Juta Ton 2026

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:41:39 WIB
Kementan Targetkan Produksi Gula Nasional 3 Juta Ton 2026

JAKARTA - Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional terus menjadi fokus pemerintah, termasuk dalam komoditas gula yang selama ini masih menghadapi tantangan produksi dalam negeri. 

Pemerintah menilai peningkatan produktivitas tebu serta pembenahan sistem produksi menjadi langkah penting agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor gula di masa depan.

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026 sebagai bagian dari percepatan swasembada gula. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan tebu sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekebun di berbagai daerah penghasil.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut penguatan komoditas tebu dari hulu hingga hilir menjadi prioritas utama pemerintah dalam mendorong swasembada gula nasional. Menurutnya, perbaikan sistem produksi harus dilakukan secara menyeluruh agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” kata Amran.

Penguatan Sektor Tebu Dari Hulu Hingga Hilir

Dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan luas tanam, tetapi juga pada perbaikan sistem produksi secara menyeluruh. Pendekatan ini mencakup penguatan sektor tebu mulai dari tahap penyediaan benih hingga proses pemasaran hasil produksi.

Pembenahan dari hulu hingga hilir dinilai penting untuk memastikan seluruh rantai produksi berjalan lebih efisien. Dengan sistem yang lebih baik, produktivitas tebu diharapkan meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian target produksi gula nasional.

Menurut Mentan, penguatan sektor tebu juga bertujuan untuk memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para pekebun. Dengan produktivitas yang meningkat dan sistem pemasaran yang lebih baik, kesejahteraan petani tebu diharapkan dapat ikut meningkat.

Pemerintah menilai bahwa keberhasilan program swasembada gula sangat bergantung pada keterlibatan aktif para pekebun. Karena itu, berbagai kebijakan yang diambil juga diarahkan untuk mendukung kegiatan budidaya tebu rakyat secara lebih optimal.

Program Bantuan Benih Untuk Tingkatkan Produktivitas

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk mempercepat swasembada gula adalah melalui penyaluran bantuan benih tebu kepada para pekebun. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman tebu sekaligus memperluas areal tanam di berbagai daerah.

Hingga saat ini, sebanyak 1,92 miliar mata benih tebu telah disalurkan kepada petani di tujuh provinsi dan 56 kabupaten di Indonesia. Penyaluran benih tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi tebu secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Selain memperluas areal tanam, penggunaan benih unggul juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman.

Pemerintah menilai ketersediaan benih yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam budidaya tebu. Oleh karena itu, program bantuan benih menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat sektor perkebunan tebu nasional.

Perluasan Lahan Tebu Untuk Dukung Target Produksi

Program bantuan benih tebu akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas. Pemerintah menargetkan penyaluran sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah penghasil tebu.

Penyaluran tersebut direncanakan menjangkau 10 provinsi dan 74 kabupaten di Indonesia. Jumlah benih tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 99.547 hektare.

Melalui perluasan areal tanam serta penggunaan benih unggul, pemerintah berharap produksi tebu nasional dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan produksi tebu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan produksi gula dalam negeri.

Dengan langkah tersebut, pemerintah membidik agar produksi gula nasional dapat terus meningkat seiring dengan optimalisasi lahan tebu di berbagai daerah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian pangan nasional, khususnya pada komoditas gula.

Selain itu, pengembangan sektor tebu juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah penghasil tebu. Peningkatan produksi akan membuka peluang usaha serta meningkatkan pendapatan para pekebun.

Harapan Peningkatan Kesejahteraan Pekebun

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa penguatan produksi gula dalam negeri diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan gula nasional, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan para pekebun.

Menurutnya, peningkatan produktivitas tebu rakyat menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Salah satu kunci utama peningkatan produktivitas adalah penggunaan benih unggul yang memiliki kualitas lebih baik.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni dalam keterangan yang sama.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memastikan program penyaluran benih berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan distribusi yang terencana dengan baik, para pekebun dapat memanfaatkan benih tersebut secara optimal dalam kegiatan budidaya.

Peningkatan produktivitas tebu rakyat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor gula nasional secara keseluruhan. Selain memperkuat produksi dalam negeri, langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

Melalui berbagai program yang dijalankan, pemerintah optimistis target peningkatan produksi gula nasional dapat tercapai. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta partisipasi aktif para pekebun, swasembada gula diharapkan dapat menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan.

Terkini