JAKARTA - Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Kerusakan infrastruktur sekolah akibat bencana alam sering kali membuat kegiatan pendidikan terganggu, bahkan memaksa sebagian siswa untuk belajar di fasilitas darurat.
Karena itu, percepatan rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah menjadi langkah penting agar para murid dapat kembali memperoleh akses pendidikan yang layak.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya mempercepat proses tersebut dengan menggandeng berbagai pihak. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang memiliki kemampuan mobilisasi sumber daya dan pengalaman dalam pembangunan di wilayah sulit dijangkau.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana, khususnya di wilayah Sumatera. Selain memperbaiki bangunan yang rusak, program ini juga mencakup relokasi satuan pendidikan yang berada di lokasi rawan bencana.
Kerja Sama Pemerintah Dan TNI Percepat Pemulihan Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) guna mempercepat pemulihan dan revitalisasi satuan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan PKS tersebut ditujukan untuk mempercepat revitalisasi sekolah pascabencana dengan kategori rusak berat hingga relokasi.
“Kami berharap dengan kerja sama ini bisa segera mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah-sekolah rusak berat dan relokasi di tiga provinsi yang terdampak bencana kemarin,” kata Wamendikdasmen Fajar di Jakarta pada Jumat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan pemulihan infrastruktur pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Dengan dukungan dari TNI AD, proses pembangunan kembali sekolah diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses.
Ratusan Sekolah Terdampak Bencana Segera Direvitalisasi
Dalam pelaksanaannya, program revitalisasi ini mencakup ratusan sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.
Fajar menyebutkan jumlah pembangunan satuan pendidikan dengan kategori rusak tersebut mencapai 267 sekolah yang tersebar di tiga provinsi, dengan target penyelesaian seluruhnya diperkirakan pada bulan Oktober 2026.
"Target kami itu bulan Oktober itu akan selesai. Tim sangat optimistis bisa menyelesaikan dalam waktu yang sudah kita targetkan," katanya.
Ia menyampaikan pemerintah terus mendorong percepatan revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam beberapa bulan lalu sehingga para murid dapat kembali belajar dengan fasilitas yang lebih baik.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa layanan pendidikan tetap berjalan meskipun daerah tersebut sempat terdampak bencana.
Pelibatan TNI Didukung Pertimbangan Strategis
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa pelibatan TNI dalam percepatan rehabilitasi sekolah dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan strategis.
Menurut dia, kebutuhan percepatan rehabilitasi dalam kondisi darurat menjadi salah satu alasan utama pemerintah menggandeng TNI dalam program ini.
Selain itu, TNI memiliki kemampuan mobilisasi sumber daya dan logistik yang memadai, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
Kemampuan rekayasa lapangan serta dukungan konstruksi darurat juga dinilai menjadi keunggulan yang dapat membantu proses pembangunan sekolah terdampak bencana.
“Melalui kerja sama dengan TNI kita akan melaksanakan rehabilitasi pada 267 satuan pendidikan dengan kategori rusak berat dan yang memerlukan relokasi,” kata Gogot.
Dengan dukungan tersebut, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus tetap menjaga kualitas bangunan sekolah yang akan digunakan dalam jangka panjang.
TNI AD Siap Kerahkan Satuan Wilayah
Pada kesempatan yang sama, Asisten Teritorial (Aster) TNI AD Mayjen Rachmad Zulkarnaen menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program rehabilitasi sekolah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa TNI AD akan melibatkan Komando Daerah Militer (Kodam) yang berada di tiga provinsi terdampak bencana untuk membantu proses pembangunan.
“Penandatangan kontrak dengan Kemendikdasmen nantinya dilanjutkan ke wilayah, dalam hal ini ada Komando Daerah Militer (Kodam) yang berada di tiga provinsi terdampak. Sebelumnya kami juga sudah berupaya mempercepat pelaksanaan rehabilitasi sekolah ini yang diinisiasi oleh Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat,” ujar Mayjen Rachmad.
Menurutnya, personel yang diterjunkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di lapangan, mulai dari tenaga teknis hingga dukungan logistik. Ia juga berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Kita harapkan dengan kesepakatan ini, semua berjalan dengan semestinya," ujarnya.
Kerja sama antara Kemendikdasmen dan TNI AD ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana. Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap siswa di wilayah terdampak dapat segera kembali belajar di lingkungan sekolah yang aman dan layak.
Selain memulihkan infrastruktur pendidikan, revitalisasi sekolah juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana belajar bagi para siswa di masa mendatang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan meskipun menghadapi tantangan akibat bencana alam.