Usulan Dividen Matahari Department Store LPPF 250 Per Saham 2025

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:56:58 WIB
Usulan Dividen Matahari Department Store LPPF 250 Per Saham 2025

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mengumumkan usulan pembagian dividen yang akan diberikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Meskipun menghadapi penurunan laba bersih, perusahaan ini tetap menunjukkan komitmen yang kuat untuk memberikan keuntungan kepada para investor. Usulan dividen yang disampaikan oleh manajemen LPPF adalah sebesar Rp250 per saham, yang diperkirakan akan dibagikan pada tahun 2026.

Penurunan Pendapatan Bersih LPPF pada Tahun Buku 2025

Selama tahun buku 2025, PT Matahari Department Store Tbk. mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5,78 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan 9,6% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp6,39 triliun.

Turunnya pendapatan ini berdampak pada penurunan laba bersih LPPF, yang menyusut 12,4% secara tahunan, yaitu menjadi Rp725,4 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp827,7 miliar pada 2024.

Meski demikian, perusahaan yang dikenal dengan jaringan ritel modern ini tetap berkomitmen untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. LPPF mengusulkan jumlah dividen yang akan didistribusikan pada tahun 2026 adalah Rp250 per saham, meskipun laba bersih per saham mengalami penurunan menjadi Rp324 pada akhir 2025, dari Rp366 pada tahun sebelumnya.

Usulan Dividen dan Alasan Pembagiannya

Usulan dividen LPPF yang sebesar Rp250 per saham itu tercatat seimbang dengan proyeksi kebutuhan belanja modal perusahaan yang harus dipenuhi. Menurut manajemen LPPF, pembagian dividen ini akan disesuaikan dengan arus kas perusahaan dan rencana pengembangan yang ada. 

Jumlah total saham yang beredar adalah 2.258.279.280 lembar, yang berarti jika usulan ini disetujui, nilai total dividen yang akan dibagikan diperkirakan mencapai Rp564,56 miliar.

Jumlah ini setara dengan 77,82% dari laba bersih yang diraih perusahaan pada tahun buku 2025. Perusahaan menilai bahwa meski terjadi penurunan laba, pembagian dividen masih dapat dilakukan untuk memastikan kepercayaan pemegang saham tetap terjaga. Ini juga menunjukkan bahwa LPPF berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi investor meskipun kondisi bisnis yang menantang.

Perbandingan dengan Dividen Tahun Sebelumnya

Usulan dividen tahun 2025 ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2024, yang tercatat sebesar Rp300 per saham. Pada tahun 2024, LPPF membagikan dividen sebesar Rp668,18 miliar, yang lebih besar dibandingkan dengan perkiraan dividen tahun 2025. 

Namun, perbandingan ini juga menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan dalam laba bersih dan pendapatan, LPPF masih berupaya menjaga konsistensi dalam memberikan dividen kepada pemegang saham.

Perusahaan juga menunjukkan bahwa pembayaran dividen yang dilakukan pada tahun 2024 sebesar Rp451,85 miliar merupakan pembayaran yang lebih rendah dari dividen yang dibagikan pada 2025. Ini menunjukkan bahwa walaupun laba bersih menurun, LPPF berusaha meminimalkan dampak terhadap pemegang saham dengan tetap memberikan dividen yang layak.

Strategi Bisnis LPPF untuk 2026

LPPF tidak hanya fokus pada pembagian dividen, tetapi juga memiliki beberapa strategi bisnis utama yang direncanakan untuk tahun 2026. Manajemen perusahaan telah memetakan empat langkah strategis yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan keuntungan perusahaan di masa mendatang.

1. Penetrasi Merek Eksklusif: LPPF akan mempercepat pengembangan merek eksklusif dan koleksi terkurasi yang diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak konsumen.

2. Optimalisasi Jaringan Gerai: Perusahaan berencana untuk memperluas jaringan gerai mereka dengan membuka lokasi strategis untuk merek seperti SUKO, ZES, dan MU+KU.

3. Peningkatan Keekonomian: LPPF akan berfokus pada produktivitas ruang dan meningkatkan Gross Margin Return on Space (GMROS), untuk memaksimalkan keuntungan per meter persegi di setiap gerai.

4. Strategi Omnichannel: LPPF juga akan meningkatkan penerapan strategi omnichannel, yaitu integrasi lebih ketat antara pemasaran offline dan online, untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar.

Dengan strategi-strategi tersebut, LPPF bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi yang fluktuatif.

Komitmen Jangka Panjang LPPF dalam Memberikan Keuntungan bagi Pemegang Saham

Meskipun ada penurunan dalam kinerja keuangan pada tahun 2025, LPPF tetap menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham dan berusaha menjaga kepercayaan investor dengan usulan dividen yang wajar. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan berbagai strategi untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan kinerja di masa depan.

Melalui berbagai upaya ini, LPPF berharap dapat kembali mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun 2026 dan seterusnya. Pembagian dividen yang tetap dilaksanakan juga menjadi sinyal positif bagi para investor, yang dapat terus melihat LPPF sebagai perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.

Terkini