Pemerintah Tetapkan Skema Libur Sekolah Ramadhan 2026 Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:24:26 WIB
Pemerintah Tetapkan Skema Libur Sekolah Ramadhan 2026 Nasional

JAKARTA - Pengaturan pembelajaran selama bulan Ramadhan kembali menjadi perhatian pemerintah menjelang tahun ajaran 2026. 

Tidak sekadar mengatur jadwal libur dan masuk sekolah, kebijakan ini dirancang untuk memastikan peserta didik tetap memperoleh hak belajar sekaligus mendapatkan penguatan nilai keagamaan dan karakter sosial. Ramadhan dipandang sebagai ruang edukatif yang kaya makna, sehingga perlu dikelola secara terencana dan berimbang.

Penetapan skema pembelajaran Ramadhan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Kamis. 

Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan karena sarat dengan pembelajaran karakter, baik secara spiritual maupun sosial.

“Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Menko PMK Pratikno dikutip dari Antara.

Kebijakan ini diharapkan menjadi pedoman nasional bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menyusun pengaturan teknis pembelajaran yang adaptif, tanpa mengabaikan substansi utama yang telah disepakati bersama.

Arah Kebijakan Pembelajaran Selama Ramadhan

Pemerintah menetapkan bahwa pembelajaran selama Ramadhan tidak sepenuhnya ditiadakan. Sebaliknya, proses belajar tetap berjalan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan psikologis peserta didik yang menjalankan ibadah puasa. Pengaturan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan pembentukan karakter.

Menko PMK menegaskan bahwa kebijakan nasional ini bersifat sebagai kerangka utama. Pemerintah daerah dan satuan pendidikan didorong untuk menindaklanjuti dengan pengaturan teknis yang kontekstual, menyesuaikan karakteristik daerah dan kebutuhan peserta didik. Meski demikian, prinsip penguatan nilai keagamaan, karakter, dan pemenuhan hak belajar tetap harus menjadi acuan utama.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa Ramadhan tidak dipandang sebagai penghambat proses pendidikan, melainkan sebagai bagian integral dari pembelajaran yang bermakna.

Tahapan Skema Pembelajaran Ramadhan

Hasil Rapat Tingkat Menteri menyepakati bahwa skema pembelajaran selama Ramadhan 2026 dibagi ke dalam beberapa tahapan waktu. Pembagian ini dirancang agar peserta didik memiliki ruang yang cukup untuk beradaptasi, menjalankan ibadah, sekaligus tetap terlibat dalam aktivitas belajar.

Adapun skema pembelajaran tersebut meliputi:

1. 18–20 Februari 2026 pembelajaran di luar satuan pendidikan

2. 23 Februari–16 Maret 2026 pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan

3. 23–27 Maret 2026 libur pasca Ramadhan

Skema bertahap ini diharapkan mampu menjaga ritme belajar peserta didik tanpa mengabaikan aspek ibadah dan kesehatan peserta didik.

Ramadhan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter

Menko PMK menjelaskan bahwa pembelajaran selama Ramadhan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran sebagaimana hari biasa. Bulan suci ini dipandang sebagai momentum tepat untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.

Dalam pengaturannya, satuan pendidikan didorong untuk memperkuat materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama dan keyakinan masing-masing peserta didik. Pendekatan ini dimaksudkan agar seluruh murid tetap memperoleh ruang pembelajaran yang relevan, adil, dan inklusif.

Bagi murid beragama Islam, kegiatan Ramadhan diarahkan pada penguatan nilai spiritual dan akhlak. Sementara itu, murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dengan demikian, seluruh peserta didik dapat merasakan manfaat Ramadhan sebagai proses pembelajaran karakter.

Penguatan Karakter Melalui Kegiatan Edukatif

Selain nilai keagamaan, pembelajaran selama Ramadhan juga diarahkan untuk menumbuhkan karakter sosial peserta didik. Pemerintah mendorong satuan pendidikan mengisi Ramadhan dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosial yang menanamkan empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Beberapa kegiatan yang didorong selama Ramadhan antara lain:

1. Tadarus Al Quran

2. Pesantren kilat

3. Kajian keislaman

4. Berbagi takjil kepada masyarakat

5. Penyaluran zakat dan santunan

6. Kompetisi keagamaan seperti lomba adzan dan Musabaqah Tilawatil Quran

7. Cerdas cermat keagamaan

8. Kegiatan sosial dan edukatif lainnya

“Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadhan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, gerakan 1 jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya,” kata Pratikno.

Melalui rangkaian kebijakan dan kegiatan tersebut, pemerintah berharap Ramadhan 2026 dapat menjadi momen pembelajaran yang utuh, tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda Indonesia.

Terkini