JAKARTA - Thomas Djiwandono secara resmi telah memulai masa jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung.
Langkah ini menjadi babak baru dalam jajaran kepemimpinan bank sentral yang diharapkan mampu membawa penyegaran strategis dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan.
Kehadiran sosok baru di jajaran dewan gubernur ini diharapkan dapat mempererat koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal guna menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.
Prosesi Pengambilan Sumpah Dan Legalitas Jabatan
Pelaksanaan upacara pelantikan yang berlangsung khidmat pada hari Selasa 10 Februari 2026 tersebut menandai sahnya penugasan Thomas untuk menjalankan wewenang serta tanggung jawab besar di bank sentral.
Sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku setiap pejabat tinggi di Bank Indonesia wajib mengucapkan sumpah janji untuk setia kepada konstitusi serta menjalankan tugas secara profesional demi kepentingan bangsa.
Ketua Mahkamah Agung yang memimpin prosesi tersebut mengingatkan pentingnya integritas dalam mengelola kebijakan keuangan negara agar tetap selaras dengan upaya pemerintah dalam menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara merata.
Tugas Strategis Dan Penguatan Kebijakan Moneter
Sebagai Deputi Gubernur Thomas Djiwandono akan memegang peranan penting dalam perumusan kebijakan suku bunga serta pengawasan terhadap stabilitas sistem pembayaran digital yang saat ini sedang berkembang dengan sangat pesat.
Fokus utama dari kepemimpinan baru ini adalah memastikan inflasi tetap berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu oleh fluktuasi harga barang dunia.
Bank Indonesia terus berupaya mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang dimiliki untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan domestik yang sangat kompetitif ini.
Sinergi Antar Lembaga Dan Koordinasi Fiskal
Pengalaman yang dimiliki oleh Thomas sebelum menjabat posisi ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pihak Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan serta lembaga tinggi negara lainnya.
Harmonisasi antara kebijakan fiskal dan moneter sangat krusial untuk memastikan bahwa stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah dapat terserap dengan baik oleh sektor riil melalui sistem perbankan yang sehat.
Sinergi ini juga mencakup penguatan langkah-langkah dalam menghadapi potensi risiko pelarian modal asing serta upaya memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional dengan negara-negara mitra strategis Indonesia.
Inovasi Digital Dan Pengembangan Ekonomi Hijau
Di bawah jajaran kepemimpinan yang baru Bank Indonesia berkomitmen untuk mempercepat implementasi ekonomi hijau melalui penyediaan insentif bagi sektor perbankan yang menyalurkan pembiayaan pada proyek ramah lingkungan.
Transformasi digital juga tetap menjadi prioritas dengan terus dikembangkannya sistem pembayaran yang cepat murah serta aman bagi seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah di berbagai pelosok daerah.
Thomas meyakini bahwa pemanfaatan teknologi finansial yang tepat akan mampu meningkatkan inklusi keuangan nasional secara signifikan sehingga masyarakat di wilayah terpencil pun dapat mengakses layanan perbankan dengan sangat mudah sekali.
Harapan Publik Dan Stabilitas Ekonomi Nasional
Pelantikan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pelaku pasar modal yang berharap adanya konsistensi dalam kebijakan makroprudensial yang mampu menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah guncangan ekonomi internasional.
Masyarakat menaruh harapan besar agar pejabat yang baru dilantik dapat terus mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan peredaran uang dan tata kelola perbankan.
Bank Indonesia sebagai lembaga independen harus tetap menjaga marwah dan profesionalismenya agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar didasarkan pada kajian teknis yang mendalam demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih gemilang.