Jasa Marga Pastikan 4 Ruas Tol Fungsional Aman dan Nyaman untuk Pemudik

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:07:55 WIB
Jasa Marga Pastikan 4 Ruas Tol Fungsional Aman dan Nyaman untuk Pemudik

JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. 

Total panjang ruas yang disiapkan mencapai 121,64 kilometer dan akan dioperasikan tanpa tarif. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan meski pembangunan belum 100 persen rampung, ruas tol tetap bisa difungsionalkan setelah berbagai tahapan persiapan selesai.

Pengecekan langsung oleh Jasa Marga bersama Korlantas Polri memastikan ruas fungsional siap digunakan masyarakat. Tujuannya adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sepanjang musim mudik. Pemeriksaan ini juga menilai kesiapan fasilitas pendukung serta kelancaran arus kendaraan di titik rawan kepadatan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meminimalkan kemacetan di jalur utama dan alternatif. Dengan adanya tol fungsional, masyarakat mendapat pilihan rute lain yang lebih efisien. Hal ini diharapkan menurunkan kepadatan di tol utama, khususnya jalur Jakarta–Cikampek dan jalur selatan Jawa.

Detail Empat Ruas Tol Fungsional

Ruas pertama yang siap digunakan adalah Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer. Tol ini menghubungkan Sadang hingga Setu dan diproyeksikan menjadi jalur alternatif penting bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Jawa Timur. 

Progres pembangunan mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung Maret 2026, sehingga arus mudik lebih lancar.

Ruas kedua adalah Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I atau Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer. Tol ini melintasi kawasan pegunungan Paiton dan dilengkapi konstruksi jalan layang serta jembatan. Dengan fungsionalnya ruas ini, arus kendaraan menuju Banyuwangi dan Bali di musim mudik akan lebih mudah dan aman.

Ruas ketiga adalah Tol Yogyakarta–Bawen Seksi Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer. Meskipun relatif pendek, ruas ini strategis karena sering terjadi kepadatan di kawasan pasar dan simpang Bawen. Kehadiran tol ini membantu mengurai titik-titik kemacetan sehingga mobilitas warga lebih lancar.

Sementara ruas keempat merupakan lanjutan Tol Yogyakarta–Solo dari Prambanan hingga Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer. Tol ini akan memperlancar mobilitas di wilayah timur Yogyakarta, khususnya untuk perjalanan wisata dan logistik. Rivan menegaskan fungsionalisasi ruas ini membantu distribusi arus kendaraan di titik pertemuan lalu lintas utama.

Koordinasi dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

Pembukaan tol fungsional juga disertai pengaturan yang matang dari pihak kepolisian. Penggunaan tol akan disesuaikan antara arus mudik dan arus balik agar tidak menimbulkan kemacetan. Jasa Marga siap mendukung pengaturan ini melalui penempatan petugas dan pemantauan lalu lintas secara real-time.

Selain itu, koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan fasilitas pendukung jalan seperti rambu, marka jalan, dan rest area siap digunakan. Hal ini juga meliputi kesiapan peralatan darurat serta mekanisme evakuasi kendaraan mogok. Dengan langkah ini, setiap ruas tol dapat digunakan secara aman, nyaman, dan efisien.

Pengaturan arus kendaraan di ruas tol fungsional akan menjadi prioritas. Masyarakat diimbau memanfaatkan jalur alternatif sesuai petunjuk petugas. Hal ini juga diharapkan meminimalkan risiko kecelakaan akibat kepadatan dan kemacetan di jalur utama.

Manfaat Fungsionalisasi Tol untuk Masyarakat

Fungsionalisasi empat ruas tol membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Pemudik mendapatkan rute yang lebih cepat dan nyaman menuju tujuan. Selain itu, distribusi arus kendaraan yang merata mengurangi kepadatan di jalan utama.

Dengan adanya jalan tol fungsional, waktu tempuh perjalanan mudik menjadi lebih efisien. Pengendara bisa memprediksi perjalanan dengan lebih pasti sehingga tidak terjebak kemacetan panjang. Hal ini juga membantu menjaga stamina pengendara dan keselamatan keluarga selama perjalanan.

Selain itu, fungsionalisasi tol mendukung mobilitas ekonomi di jalur yang dilalui. Transportasi logistik menjadi lebih lancar, mendukung distribusi barang kebutuhan masyarakat. Kegiatan usaha di sepanjang jalur tol juga mendapat manfaat dari kemudahan akses yang meningkat.

Tinjauan Akhir dan Harapan Lebaran Lancar

Rivan A. Purwantono menekankan pentingnya kesiapan tol fungsional menjelang Lebaran 2026. Pemerintah dan Jasa Marga berharap arus mudik dan balik dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Dengan koordinasi yang baik, seluruh pihak termasuk pengguna jalan, petugas, dan pedagang di sekitar tol mendapat keuntungan.

Pemantauan, pengaturan, dan fungsionalisasi ruas tol menjadi bagian dari strategi meningkatkan ketahanan transportasi saat puncak arus mudik. 

Masyarakat dapat memanfaatkan empat ruas tol fungsional untuk mempercepat perjalanan tanpa menimbulkan kemacetan. Keberhasilan langkah ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan lalu lintas yang efektif di masa mendatang.

Langkah fungsionalisasi tol ini juga menunjukkan kesiapan Jasa Marga dalam menghadapi musim mudik besar. Pengendara dapat menikmati perjalanan lebih aman dan nyaman, sedangkan pemerintah berhasil menekan potensi kemacetan. Dengan demikian, Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi lebih lancar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Terkini