Fakta Sehat Tentang Durian, Apakah Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:54:47 WIB
Fakta Sehat Tentang Durian, Apakah Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah

JAKARTA - Durian menjadi buah favorit banyak orang di Asia Tenggara. 

Rasa dagingnya yang unik dan teksturnya lembut membuatnya digemari masyarakat. Namun, ada peringatan umum terkait konsumsi durian berlebihan untuk menjaga kesehatan.

Masyarakat sering mengaitkan durian dengan tekanan darah tinggi. Kekhawatiran ini membuat sebagian orang membatasi konsumsi buah berduri ini. Meski begitu, penting mengetahui fakta ilmiah sebelum mengambil keputusan.

Durian memang tinggi energi dan kalori, sehingga konsumsi berlebih bisa memengaruhi tubuh. Oleh karena itu, pemahaman kandungan nutrisi durian sangat penting. Dengan informasi tepat, konsumsi durian bisa tetap aman dan menyenangkan.

Durian dan Tekanan Darah

Pertanyaan umum muncul, apakah durian menyebabkan darah tinggi? Studi menunjukkan bahwa konsumsi durian dalam jumlah wajar tidak meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Meski ada peningkatan detak jantung ketika mengonsumsi durian dalam jumlah besar, hal ini berbeda dengan tekanan darah.

Penelitian melibatkan pria sehat usia muda dan menunjukkan durian tidak mengubah tekanan darah sistolik maupun diastolik. Kondisi fisiologis dan usia tentu memengaruhi toleransi tubuh terhadap durian. Oleh sebab itu, orang dengan hipertensi perlu mengontrol jumlah durian yang dikonsumsi.

Kandungan kalium dalam durian justru membantu mengatur tekanan darah. Kalium berperan sebagai elektrolit yang mendukung fungsi jantung dan pembuluh darah. Dengan demikian, durian dapat memberi manfaat jika dikonsumsi secukupnya.

Kandungan Nutrisi Durian

Durian memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Dalam sekitar 243 gram durian terdapat 13 gram lemak dan 354 kalori. Kandungan ini cukup besar dibanding kebutuhan kalori harian, sehingga harus diperhatikan bagi yang menjaga berat badan.

Selain itu, durian juga kaya gula alami seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Kandungan gula ini perlu diperhatikan terutama oleh orang dengan riwayat diabetes. Mengonsumsi durian secara berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah.

Durian juga mengandung asam sulfat dan kalium tinggi yang memengaruhi metabolisme tubuh. Bagi penderita penyakit ginjal, kandungan kalium yang tinggi dapat menimbulkan risiko. Oleh karena itu, porsi konsumsi durian perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Efek Samping Konsumsi Durian Berlebihan

Makan durian terlalu banyak dapat memicu efek samping seperti pusing dan mual. Hal ini terkait dengan asam sulfat yang berperan dalam proses metabolisme racun. Konsumsi durian berlebihan juga dapat menambah berat badan dan kadar gula darah.

Orang dengan hipertensi atau diabetes perlu membatasi durian agar tidak memicu komplikasi kesehatan. Meski durian aman bagi tubuh, konsistensi dan jumlah konsumsi menjadi faktor kunci. Dengan pengaturan porsi, durian tetap bisa dinikmati tanpa risiko berlebihan.

Durian tidak menyebabkan tekanan darah tinggi secara langsung, tetapi bijaksana dalam mengonsumsinya sangat dianjurkan. Mengatur porsi dan frekuensi makan durian akan membantu menjaga kesehatan tubuh. Hal ini penting agar manfaat nutrisi durian bisa dirasakan tanpa efek negatif.

Tips Aman Mengonsumsi Durian

Konsumsi durian disarankan dalam jumlah wajar untuk menjaga kesehatan. Satu atau dua potong durian cukup untuk menikmati rasa unik tanpa membebani tubuh. Mengimbanginya dengan pola makan seimbang membantu menetralkan kalori dan gula yang tinggi.

Mengonsumsi durian bersama buah atau makanan rendah gula dapat mengurangi dampak terhadap kadar gula darah. Hindari makan durian secara berlebihan dalam waktu singkat. Perhatikan kondisi tubuh dan sesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

Durian bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi bijak. Dengan pemahaman nutrisi dan efek durian terhadap tubuh, buah ini tetap aman dan menyehatkan. Jadi, durian bukan penyebab darah tinggi, tetapi konsumsi berlebih tetap harus dihindari.

Terkini