KAI Terima PMN Rp1,8 Triliun, Saham Dialihkan ke BP BUMN

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:40:06 WIB
KAI Terima PMN Rp1,8 Triliun, Saham Dialihkan ke BP BUMN

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI baru saja menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,8 triliun. 

PMN ini diberikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2025 yang mengatur tentang penambahan modal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam rangka mendukung tugas-tugas yang diberikan kepada KAI.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, dana PMN tersebut akan digunakan untuk penyediaan sarana perkeretaapian, khususnya kereta rel listrik. 

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan kereta api di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat.

Penambahan Modal KAI dan Pengaruhnya pada Struktur Perusahaan

Setelah tambahan PMN tersebut, modal disetor dan ditempatkan PT Kereta Api Indonesia meningkat signifikan, dari sebelumnya Rp24,36 triliun menjadi Rp26,16 triliun. Modal ini mencakup satu lembar saham seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp1 juta dan lebih dari 26 juta lembar saham seri B yang dimiliki oleh PT Danantara Asset Management. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat posisi KAI dalam rangka pengembangan sektor transportasi.

Namun, aliran PMN bukan satu-satunya perubahan yang terjadi. PT KAI juga melakukan perubahan struktur permodalan perusahaan, yang sesuai dengan keputusan pemegang saham berdasarkan Keputusan Pemegang Saham PT Kereta Api Indonesia (Persero) Nomor 29 Tahun 2026. 

Perubahan ini meliputi pengalihan sebagian saham yang dimiliki oleh PT Danantara Asset Management kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Pengalihan Saham dan Dampaknya pada Kepemilikan BP BUMN

Salah satu langkah yang diambil dalam rangka pengalihan modal ini adalah pengalihan 261.686 lembar saham seri B yang bernilai nominal Rp1 juta per saham, atau total Rp261,68 miliar. 

Saham-saham tersebut dipindahkan kepada Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN. Setelah pengalihan saham tersebut, klasifikasi saham seri B menjadi saham seri A Dwiwarna.

Kepemilikan saham BP BUMN di KAI pun kini menjadi 1% setelah pengalihan saham dilakukan. Sementara itu, jumlah saham seri B yang masih dimiliki oleh KAI menurun menjadi 25.907.056 lembar dengan nilai keseluruhan sebesar Rp25,9 triliun. Langkah ini mencerminkan perubahan penting dalam struktur kepemilikan perusahaan milik negara yang sangat besar ini.

Keputusan Strategis untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pelayanan KAI

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk memperkuat struktur perusahaan dan meningkatkan efisiensi operasional, yang pada akhirnya diharapkan dapat menguntungkan masyarakat. 

Dengan adanya tambahan PMN dan pengalihan saham ke BP BUMN, KAI bisa lebih fokus pada pengembangan sarana perkeretaapian yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Penyediaan kereta rel listrik (KRL) yang menjadi salah satu prioritas investasi ini akan meningkatkan kapasitas angkutan umum yang lebih efisien dan berkelanjutan, mendukung kebutuhan transportasi publik di Indonesia yang semakin meningkat. Dengan demikian, kebijakan pemerintah untuk memberikan modal tambahan kepada KAI menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem transportasi di dalam negeri.

Mendorong Pertumbuhan Sektor Perkeretaapian Indonesia

Keputusan untuk memberikan penyertaan modal ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di seluruh Indonesia. 

Terlebih lagi, sektor perkeretaapian merupakan salah satu kunci utama dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, yang menghadapi tantangan kemacetan lalu lintas.

Dengan dana tambahan yang diberikan, KAI dapat melakukan peremajaan armada kereta api dan meningkatkan kualitas sarana serta prasarana yang ada. Selain itu, investasi dalam kereta rel listrik juga mendukung agenda pemerintah untuk menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kenyamanan penumpang.

Mengoptimalkan Peran KAI dalam Ekosistem Transportasi Nasional

Penyertaan modal negara sebesar Rp1,8 triliun kepada KAI menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan peran BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional. 

Dalam hal ini, KAI bukan hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor terkait, mulai dari konstruksi hingga industri pendukung lainnya.

Dengan pengalihan saham kepada BP BUMN, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik dalam pengelolaan perusahaan milik negara. BP BUMN diharapkan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam mengawasi dan mendukung pengembangan KAI, serta memastikan bahwa KAI dapat tetap beroperasi dengan efisien, profesional, dan mampu bersaing di level global.

Kesimpulan: Langkah Strategis untuk Memperkuat KAI

Langkah PT Kereta Api Indonesia dalam menerima suntikan PMN sebesar Rp1,8 triliun dan pengalihan saham ke BP BUMN mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat sektor transportasi publik di Indonesia. Dengan dana tambahan ini, KAI akan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kereta api dan menyediakan sarana transportasi yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Melalui perubahan struktur permodalan dan penambahan modal tersebut, KAI tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan perannya sebagai penyedia transportasi yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Terkini