Danantara dan PTPP Percepat Pembangunan Huntara Aceh untuk Pemulihan Pascabencana

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:18:28 WIB
Danantara dan PTPP Percepat Pembangunan Huntara Aceh untuk Pemulihan Pascabencana

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bekerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk mempercepat pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. 

Langkah ini bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang menyeluruh. Pembangunan hunian sementara diharapkan memberikan ruang aman bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Masyarakat terdampak bencana membutuhkan hunian yang layak agar dapat kembali menata aktivitas sehari-hari. Huntara ini menjadi transisi penting sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan. Penyediaan hunian sementara juga memperkuat rasa aman dan nyaman bagi warga selama masa transisi.

Kolaborasi Danantara dan PTPP dirancang agar proses pembangunan cepat, terukur, dan tepat sasaran. Koordinasi dengan berbagai pihak menjamin hunian yang dibangun sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan metode ini, proses pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif.

Fokus Pembangunan Hunian Terintegrasi

Setelah memastikan akses dan infrastruktur dasar kembali pulih, perhatian kini tertuju pada penyediaan hunian sementara. Setiap hunian dirancang lengkap dengan fasilitas dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Hal ini meliputi MCK, tandon air, musala, serta area wudu dan cuci.

Selain itu, hunian juga dilengkapi jalan pedestrian dan sistem drainase yang terencana. Sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) kawasan memastikan kebutuhan listrik dan air dapat terpenuhi sejak awal. Konsep hunian terintegrasi ini meminimalkan kesulitan warga selama masa transisi pemulihan.

Desain hunian menggunakan metode panggung untuk menyesuaikan kondisi geografis wilayah terdampak. Pendekatan ini memastikan bangunan aman dari banjir atau genangan. Struktur hunian dirancang agar mudah dibangun cepat namun tetap kokoh dan nyaman.

Target Nasional dan Kontribusi PTPP

Secara nasional, Danantara menargetkan pembangunan 15 ribu unit hunian sementara dalam tiga bulan ke depan. PTPP berkontribusi membangun 600 unit di masing-masing Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Target ini menunjukkan komitmen BUMN dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera.

Hingga saat ini, PTPP telah menyelesaikan 94 unit hunian sementara di Aceh Tamiang. Di Aceh Utara, 118 unit telah siap digunakan oleh masyarakat terdampak. Penyelesaian hunian dilakukan dengan cepat untuk menjawab kebutuhan mendesak warga.

Setiap hunian dibangun dengan standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi. Proses konstruksi juga memerhatikan kelayakan lingkungan dan keberlanjutan. Hal ini memastikan hunian tidak hanya siap huni tetapi juga ramah bagi penghuni.

Perencanaan Terukur dan Responsif

Pembangunan hunian sementara dilakukan secara terencana dan terukur sesuai koordinasi dengan BP BUMN. Langkah ini memastikan respons yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sistem kerja terstruktur membantu percepatan pembangunan tanpa mengurangi kualitas hunian.

Koordinasi juga melibatkan pemangku kepentingan lokal agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar. Dengan demikian, setiap hunian yang dibangun sesuai kondisi geografis dan sosial masyarakat. Pendekatan ini memaksimalkan efektivitas pemulihan pascabencana.

Penyediaan hunian sementara merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Selain memberikan tempat tinggal, hunian juga mendukung pemulihan psikologis warga. Rasa aman dari hunian layak membantu masyarakat menata kembali kehidupan sehari-hari.

Dampak Positif Hunian Sementara

Huntara tidak hanya memberi tempat tinggal sementara, tetapi juga mendukung pemulihan sosial dan ekonomi. Kehadiran hunian memudahkan warga mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan di sekitar. Infrastruktur pendukung di kawasan hunian membantu aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Selain itu, pembangunan hunian mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan sekitarnya. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Dengan hunian sementara, masyarakat terdampak bencana dapat fokus memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.

Pembangunan huntara juga melengkapi upaya pemulihan infrastruktur dan akses lain yang telah dilakukan sebelumnya. Sinergi antara BUMN dan pemerintah memastikan setiap langkah pemulihan berjalan konsisten. Komitmen ini menunjukkan peran aktif sektor publik dalam mendukung warga pascabencana.

Dengan percepatan pembangunan huntara, diharapkan masyarakat terdampak bencana dapat kembali menata hidup dengan aman dan layak. 

Hunian sementara menjadi pondasi penting sebelum tahap pemulihan jangka menengah dan panjang dijalankan. Strategi ini menjamin bahwa pemulihan pascabencana berlangsung menyeluruh dan berkelanjutan.

Terkini