Prabowo Rencanakan Pembangunan Sepuluh Universitas Baru pada 2028

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:44:55 WIB
Prabowo Rencanakan Pembangunan Sepuluh Universitas Baru pada 2028

JAKARTA  - Presiden Prabowo Subianto mengemukakan rencana untuk membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. 

Rencana ini bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga medis yang masih jauh dari ideal. 

Kebutuhan tersebut semakin mendesak mengingat jumlah dokter yang dihasilkan setiap tahun belum sebanding dengan kebutuhan nasional yang terus meningkat.

Pembangunan universitas-universitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis. 

Usai menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable di London, Inggris, Selasa (20/1) waktu setempat, dia menyampaikan bahwa Indonesia masih kekurangan banyak tenaga medis, termasuk dokter dan dokter gigi.

Kebutuhan Tenaga Medis Menjadi Alasan Utama

"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun," katanya saat menyampaikan keterangan di London, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden. 

"Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melihat adanya jurang antara jumlah dokter yang tersedia dengan kebutuhan di masa depan. 

Dengan adanya generasi dokter yang akan pensiun, maka kebutuhan akan tenaga medis baru akan terus meningkat. Untuk itu, penambahan institusi pendidikan menjadi salah satu solusi jangka panjang yang dipersiapkan pemerintah.

Kolaborasi dengan Universitas Inggris untuk Standar Pendidikan Tinggi

Presiden menyampaikan keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka Inggris dalam mendirikan 10 universitas baru di Indonesia. 

"Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," katanya.

Presiden menginginkan universitas-universitas baru yang akan dibangun nantinya menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris. "Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," kata Prabowo.

 "Jadi, kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," katanya.

Beasiswa dan Dosen Asing untuk Meningkatkan Kualitas

Dia menyampaikan bahwa universitas-universitas baru tersebut akan menerima lulusan-lulusan terbaik, yang akan menerima beasiswa penuh dari pemerintah. 

Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia terbuka menerima dosen dan profesor dari luar negeri. Dia mengemukakan perlunya kerja sama semacam itu untuk mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Presiden optimistis universitas-universitas baru yang akan dibangun oleh pemerintah sudah bisa menerima mahasiswa pada tahun 2028. "Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia," katanya.

Kawasan Kampus Terintegrasi untuk Menarik Dosen Asing

"Jadi, rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia," ia menambahkan.

Rencana pembangunan kawasan kampus ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memastikan ekosistem pendukung yang mampu menarik tenaga pengajar berkualitas dari luar negeri. 

Dengan demikian, universitas-universitas baru ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga medis dan profesional yang kompeten, serta mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.

Terkini