JAKARTA - Perjalanan industri kripto Indonesia selama satu dekade terakhir bisa dibilang penuh dinamika, mulai dari fase adopsi awal hingga periode volatilitas yang tinggi.
Di tengah kondisi itu, tidak semua pemain mampu bertahan. Namun, Triv menunjukkan konsistensi dengan tetap aktif memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan literasi dan keamanan platform.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam industri aset digital, keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan pengguna, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun ekosistem yang sehat dan mematuhi regulasi.
Triv menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan fundamental bisnis, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengembangan literasi aset kripto dan blockchain di tengah dinamika industri yang terus berubah.
CEO & Founder Triv Gabriel Rey mengatakan, perjalanan perusahaan berjalan seiring dengan perkembangan industri kripto nasional, mulai dari fase adopsi awal, periode volatilitas pasar, hingga penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat.
Triv Beradaptasi Seiring Perkembangan Industri Kripto Nasional
“Perjalanan ini membentuk Triv menjadi perusahaan yang lebih matang, adaptif, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Gabriel
Dalam kurun satu dekade terakhir, Triv mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk menjaga keberlanjutan operasional sebagai salah satu platform kripto lokal di tengah tingginya volatilitas industri.
Perusahaan juga terus mengembangkan layanan transaksi yang semakin lengkap dan ramah pengguna, membangun basis pengguna yang tumbuh secara berkelanjutan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri.
“Menjadi salah satu platform kripto lokal yang mampu bertahan dan konsisten selama 10 tahun merupakan milestone penting bagi kami,” ungkap Gabriel.
Edukasi Kripto Jadi Prioritas Dalam Strategi Jangka Panjang
Selain berfokus pada layanan transaksi, Triv juga aktif memperkuat ekosistem melalui program edukasi berkelanjutan kepada pengguna serta dukungan terhadap pengembangan talenta blockchain di Indonesia.
Menurut dia, peningkatan literasi aset kripto dan blockchain menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Triv berupaya menyediakan platform yang aman dan mudah diakses, sekaligus mendorong literasi aset kripto dan blockchain melalui berbagai program edukasi,” tegasnya.
Dalam perjalanannya, Triv menghadapi berbagai tantangan, mulai dari volatilitas pasar kripto, perubahan regulasi, hingga perbedaan tingkat literasi masyarakat terhadap aset digital.
Keamanan dan Kepatuhan Jadi Pilar Utama Triv
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta penguatan sistem keamanan dan teknologi.
“Kami terus mengadaptasi strategi bisnis secara fleksibel, memperkuat edukasi pengguna, dan meningkatkan sistem keamanan agar tetap relevan dan berkelanjutan,” ujar Gabriel.
Memasuki fase pengembangan berikutnya, Triv memandang periode ini sebagai momentum refleksi sekaligus transformasi. Pengalaman satu dekade pertama dinilai menjadi fondasi untuk memperkuat posisi perusahaan di industri kripto Indonesia melalui inovasi berkelanjutan dan pengembangan ekosistem yang lebih inklusif.
“Satu dekade pertama ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun ekosistem aset digital Indonesia yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Fokus Triv 2026 dan Prospek Industri Kripto Indonesia
Sejalan dengan itu, Triv menetapkan fokus strategis sepanjang 2026 pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan edukasi dan literasi kripto bagi masyarakat Indonesia guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri.
“Fokus utama kami tahun ini adalah memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna, serta memperluas edukasi dan literasi kripto agar masyarakat semakin memahami aset digital secara utuh dan bertanggung jawab,” kata Gabriel.
Triv juga membuka peluang pengembangan produk serta kolaborasi strategis yang sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan. Setiap inisiatif pengembangan akan dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan pengguna.
“Pengembangan produk maupun kolaborasi strategis akan kami lakukan dengan memastikan seluruh inisiatif selaras dengan prinsip kepatuhan dan memberikan nilai tambah nyata bagi pengguna,” ujarnya.
Terkait prospek industri, Triv menilai industri kripto Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, dengan catatan pertumbuhan tersebut harus didukung regulasi yang jelas, edukasi yang kuat, serta inovasi yang dilakukan secara bertanggung jawab.
“Industri kripto Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang, asalkan didukung regulasi yang jelas, literasi yang memadai, serta inovasi yang mengutamakan keberlanjutan,” imbuh Gabriel.
Lebih lanjut, dia menegaskan, keberlanjutan pertumbuhan Triv tidak terlepas dari strategi jangka panjang perusahaan yang konsisten, yakni fokus pada kepercayaan pengguna, kepatuhan terhadap regulasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar, serta komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem.
“Kepercayaan pengguna adalah aset terbesar kami. Dengan menjaga kepatuhan, beradaptasi terhadap perubahan, dan berkomitmen jangka panjang terhadap ekosistem, kami optimistis Triv dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” tutupnya.