JAKARTA - Kekuatan sebuah paspor bukan sekadar soal identitas kewarganegaraan, tetapi juga mencerminkan seberapa luas pintu dunia yang terbuka bagi pemegangnya.
Di tengah meningkatnya mobilitas global, kemudahan bebas visa menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran perjalanan lintas negara.
Pada awal tahun 2026, pemeringkatan terbaru kembali menunjukkan kontras tajam antara negara dengan paspor terkuat dan negara dengan akses perjalanan paling terbatas.
Henley Passport Index kembali merilis daftar paspor negara-negara di dunia berdasarkan tingkat kemudahan akses bebas visa internasional.
Pemeringkatan ini disusun menggunakan data dari International Air Transport Association (IATA), yang secara rutin memantau kebijakan perjalanan global.
Dari hasil tersebut, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan paspor terkuat di dunia, sementara Afghanistan tercatat sebagai negara dengan paspor terlemah.
Dominasi Singapura Di Puncak Peringkat
Singapura dinobatkan sebagai pemilik paspor paling sakti di dunia pada tahun 2026. Pemegang paspor Singapura dapat mengunjungi hingga 192 destinasi di berbagai belahan dunia tanpa perlu mengurus visa terlebih dahulu. Angka ini menempatkan Singapura di posisi teratas, melampaui negara-negara maju lainnya.
Keunggulan paspor Singapura tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga mendukung aktivitas bisnis dan kerja lintas negara. Akses bebas visa yang luas memungkinkan mobilitas tinggi, baik untuk kepentingan pariwisata, investasi, maupun hubungan internasional.
Di bawah Singapura, posisi kedua ditempati oleh Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara Asia tersebut sama-sama memiliki akses bebas visa ke 188 destinasi global. Capaian ini menegaskan kuatnya posisi Asia Timur dalam peta mobilitas internasional.
Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, melihat kekuatan paspor sebagai bagian dari tren perjalanan global yang terus meningkat.
“Jumlah orang yang bepergian pada tahun 2026 diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi. Manfaat ekonomi dan sosial dari perjalanan ini terus bertambah seiring kemudahan akses,” ujar Walsh.
Tren Perjalanan Global Terus Meningkat
Sejalan dengan kuatnya paspor sejumlah negara, IATA juga memprediksi lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang penerbangan global.
Pada tahun 2026, seluruh maskapai di dunia diperkirakan dapat melayani lebih dari 5,2 miliar penumpang. Angka ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat dunia untuk bepergian.
Paspor dengan akses luas seperti milik Singapura, Jepang, dan Korea Selatan menjadi aset penting dalam konteks ini. Kemudahan masuk ke berbagai negara tanpa visa mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus mempercepat pergerakan manusia antarnegara.
Di sisi lain, masih terdapat negara-negara yang warganya harus menghadapi proses visa panjang dan rumit hanya untuk bepergian ke luar negeri. Ketimpangan inilah yang membuat peringkat paspor menjadi sorotan global setiap tahunnya.
Negara Dengan Paspor Terlemah Dunia
Jika Singapura berada di puncak daftar, maka Afghanistan menempati posisi sebaliknya. Paspor Afghanistan tercatat sebagai paspor terlemah di dunia pada awal tahun 2026.
Pemegang paspor Afghanistan hanya memiliki akses bebas visa ke 24 destinasi, menjadikannya berada di peringkat paling bawah dari total 101 negara yang dinilai.
Afghanistan berada tepat di belakang Suriah yang memiliki akses ke 26 destinasi. Sementara itu, Irak masuk dalam tiga besar terbawah dengan akses bebas visa ke 29 destinasi. Kondisi politik, keamanan, serta hubungan diplomatik menjadi faktor utama yang memengaruhi lemahnya paspor negara-negara tersebut.
Keterbatasan akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga negara, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun kebutuhan kemanusiaan. Paspor yang lemah sering kali menjadi penghalang besar dalam kehidupan global yang semakin terhubung.
Posisi Indonesia Dalam Peringkat Global
Bagaimana dengan Indonesia? Kabar baiknya, Indonesia tidak termasuk dalam sepuluh besar paspor terlemah dunia. Namun demikian, paspor Indonesia juga belum bisa dikategorikan sebagai paspor kuat. Dalam daftar Henley Passport Index 2026, Indonesia berada di peringkat ke 64 dari 101 negara.
Pemegang paspor Indonesia memiliki akses bebas visa ke 73 destinasi. Angka ini menunjukkan posisi Indonesia berada di tengah-tengah peta mobilitas global. Meski belum sekuat negara-negara Asia Timur atau Eropa, posisi ini tetap memberikan ruang bagi peningkatan melalui diplomasi dan perjanjian internasional di masa depan.
Daftar Paspor Terkuat Dunia Tahun 2026
1. Singapura (192 destinasi)
2. Jepang, Korea Selatan (188 destinasi)
3. Denmark, Luksemburg, Spanyol, Swedia, Swiss (186 destinasi)
4. Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia (185 destinasi)
5. Hongaria, Portugal, Slovakia, Slovenia, Uni Emirat Arab (184 destinasi)
6. Kroasia, Republik Ceko, Estonia, Malta, Selandia Baru, Polandia (183 destinasi)
7. Australia, Latvia, Liechtenstein, Inggris Raya (182 destinasi)
8. Kanada, Islandia, Lituania (181 destinasi)
9. Malaysia (180 destinasi)
10. Amerika Serikat (179 destinasi)
Daftar Paspor Terlemah Dunia Tahun 2026
1. Afghanistan (6 destinasi)
2. Suriah (9 destinasi)
3. Irak (11 destinasi)
4. Somalia & Pakistan (12 destinasi)
5. Yaman (12 destinasi)
6. Palestina (13 destinasi) & Bangladesh (19 destinasi)
7. Korea Utara (11 destinasi) & Eritrea (13 destinasi)
8. Sudan Selatan (19 destinasi)
9. Sudan (19 destinasi), Libya (17 destinasi), Kongo (18 destinasi)
10. Nepal (14 destinasi), Iran (14 destinasi), Nigeria (27 destinasi)