BPH Migas Jamin Pasokan BBM Tetap Lancar di Aceh

Senin, 19 Januari 2026 | 13:01:29 WIB
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Tetap Lancar di Aceh

JAKARTA - Di tengah dampak bencana yang melanda Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras untuk menjaga kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Meskipun akses jalan ke beberapa daerah terdampak masih terputus akibat longsor dan kerusakan infrastruktur lainnya, BPH Migas memastikan bahwa distribusi BBM tetap berjalan dengan baik hingga ke daerah yang terisolasi. 

Hal ini menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemulihan pascabencana yang terus dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan energi nasional.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa meskipun ada banyak kendala akibat kondisi jalan yang rusak parah, distribusi BBM ke daerah-daerah terpencil akan terus dijaga. 

Salah satu contoh upaya yang telah dilakukan adalah pengiriman BBM ke Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang merupakan wilayah yang terisolasi.

Meningkatkan Akses ke Wilayah Terisolasi

Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa meskipun akses jalan ke beberapa daerah di Bener Meriah dan Aceh Tengah masih dalam perbaikan, distribusi BBM tetap dapat dijalankan dengan menggunakan sistem yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. 

Dengan kapasitas armada tangki yang terbatas, hanya sekitar 8 kiloliter (KL) yang dapat melewati jalan-jalan yang rusak tersebut, tim lapangan dihadapkan pada tantangan besar untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia.

Untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses, Pertamina Patra Niaga menggunakan metode distribusi alternatif. BBM dibawa dengan mobil tangki berkapasitas kecil dan dipindahkan ke dalam jerigen atau drum, yang kemudian diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4x4. Sistem distribusi ini memungkinkan pasokan BBM sampai ke desa-desa yang terisolasi, meskipun akses jalan terbatas. 

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Pertamina dalam memastikan bahwa energi vital tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Keringanan Pembelian BBM untuk Masyarakat Terkena Bencana

Selain distribusi, pemerintah juga memberikan keringanan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat yang terdampak bencana di Aceh. 

BPH Migas mengatur pembelian BBM secara manual, mengingat adanya kerusakan sistem barcode yang biasa digunakan. Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam membeli BBM tanpa adanya hambatan sistem yang mengganggu. 

Hal ini juga bertujuan untuk mencegah panik buying, atau pembelian berlebihan oleh masyarakat, yang bisa menyebabkan kelangkaan di daerah lain.

Keringanan pembelian BBM ini berlaku untuk seluruh wilayah Aceh yang terdampak bencana, mulai dari pembelian BBM bersubsidi hingga BBM non-subsidi. 

Pemerintah juga memberikan bantuan dalam bentuk genset yang disalurkan untuk kebutuhan penerangan sementara, mengingat banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan dan kehilangan daya akibat bencana.

Penanganan Infrastruktur dan Normalisasi Pasokan BBM

Selama periode tanggap darurat bencana yang telah berlangsung sejak akhir November 2025, BPH Migas terus memantau dan memastikan pasokan BBM tercapai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak. 

Selain itu, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan pemerintah untuk menormalisasi pasokan energi, khususnya BBM, di daerah-daerah yang terdampak bencana. 

Terminal Integrated Lhokseumawe, yang merupakan salah satu fasilitas terbesar di Aceh, memainkan peran penting dalam proses ini dengan menyediakan pasokan BBM untuk wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, dan sekitarnya.

Sunardi, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, menambahkan bahwa pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman.

 “Kami telah melakukan distribusi secara estafet dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan, termasuk truk tangki berkapasitas kecil dan mobil 4x4 untuk wilayah yang terisolasi. Saat ini, sekitar 85% dari kebutuhan BBM di Bener Meriah sudah terpenuhi, dan untuk Aceh Tengah, pasokan mencapai 75% dari kebutuhan normal,” ujarnya. 

Dengan adanya upaya distribusi yang berkesinambungan, pasokan BBM ke daerah terdampak terus membaik.

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pemulihan Pascabencana

Kesuksesan penyaluran BBM di Aceh tidak lepas dari kerja sama antara BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, dan berbagai pihak terkait lainnya. Bambang Hermanto, anggota Komite BPH Migas, memberikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga atas kerja keras dan sinergi yang telah ditunjukkan dalam proses distribusi BBM. 

“Kami melihat bahwa kerja sama antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat telah menunjukkan hasil yang luar biasa dalam pemulihan pasokan energi. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut hingga kondisi di lapangan kembali normal,” ujar Bambang.

Dengan adanya berbagai upaya untuk mempercepat distribusi BBM dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak, diharapkan pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat Aceh dapat berjalan lebih cepat. 

Penggunaan skema distribusi yang mencakup jalur darat, udara, dan laut memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk mencapai daerah-daerah yang terisolasi dan membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari mereka.

Pentingnya Tata Kelola dan Ketersediaan Energi

Sistem distribusi BBM yang terus beroperasi meskipun dalam kondisi sulit ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam situasi bencana. Keberadaan energi, terutama BBM, menjadi kunci penting dalam mendukung proses pemulihan, baik untuk sektor rumah tangga, bisnis, maupun aktivitas pemerintah. 

Dengan adanya keringanan dalam pembelian BBM, masyarakat juga diberikan kemudahan untuk mengakses bahan bakar yang sangat diperlukan dalam kondisi darurat.

Dalam menghadapi bencana yang terjadi, BPH Migas dan Pertamina berkomitmen untuk terus mengutamakan kepentingan masyarakat. Upaya ini juga menjadi pelajaran bagi pemerintah dan semua pihak terkait untuk selalu siap dengan berbagai skema distribusi yang dapat diaktifkan di berbagai kondisi, baik reguler, alternatif, maupun darurat.

Terkini