BPBD DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir Jakarta

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:30:56 WIB
BPBD DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir Jakarta

JAKARTA - Upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Jakarta kembali dilakukan dengan pendekatan berbasis teknologi atmosfer. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah preventif menghadapi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu genangan dan banjir.

Operasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka pendek yang dirancang untuk mengendalikan distribusi curah hujan. Dengan mengarahkan hujan turun di wilayah perairan sebelum mencapai daratan, pemerintah berharap dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas warga Jakarta dapat diminimalkan.

Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dilanjutkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca pada hari kedua, Sabtu, 17 Januari 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu instrumen mitigasi yang digunakan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan genangan yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi.

BPBD DKI Jakarta menegaskan bahwa operasi ini dilaksanakan berdasarkan analisis meteorologi terkini serta mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Fokus Penyemaian Di Perairan Utara Jawa

Pada hari kedua pelaksanaan, kegiatan penyemaian awan difokuskan di wilayah perairan utara Pulau Jawa. Strategi ini dipilih untuk mengendalikan pergerakan awan hujan agar presipitasi terjadi di laut sebelum awan mencapai wilayah daratan Jakarta.

Sebanyak 2.400 kilogram natrium klorida atau NaCl digunakan sebagai bahan semai dalam operasi tersebut. Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat dengan ketinggian terbang berkisar antara 8.000 hingga 12.000 kaki.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi penyemaian di perairan merupakan langkah strategis untuk menekan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah daratan.

“Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari kedua ini difokuskan di perairan utara Pulau Jawa untuk meluruhkan awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah daratan Jakarta,” kata Yohan.

Tekan Risiko Hujan Lebat Di Daratan

Yohan menambahkan, dengan meluruhkan awan hujan di perairan, diharapkan curah hujan tidak terkonsentrasi di wilayah daratan Jakarta. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko terjadinya genangan maupun banjir di sejumlah titik rawan.

“Dengan demikian, diharapkan curah hujan dapat terkonsentrasi di perairan dan risiko genangan maupun banjir di wilayah DKI Jakarta dapat ditekan,” tambahnya.

Seluruh kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan dengan mengacu pada hasil analisis meteorologi terkini yang dilakukan secara berkelanjutan. BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam memantau perkembangan atmosfer sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan penyemaian awan.

Menurut Yohan, pemantauan ini menjadi dasar penting untuk menentukan efektivitas operasi serta menyesuaikan strategi penyemaian agar hasilnya optimal.

Koordinasi Lintas Lembaga Dan Imbauan Warga

Selama periode pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI Angkatan Udara akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian. Evaluasi tersebut mencakup penentuan lokasi, waktu, serta metode penyemaian awan yang paling sesuai dengan kondisi atmosfer saat itu.

Koordinasi lintas lembaga ini dinilai krusial agar operasi berjalan efektif dan selaras dengan perkembangan cuaca yang dinamis. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa setiap keputusan operasional diambil berdasarkan data dan kajian ilmiah.

Di sisi lain, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Warga juga diminta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, guna mengurangi risiko genangan.

Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kebencanaan dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.

Dengan kombinasi upaya teknologi modifikasi cuaca, koordinasi lintas instansi, dan partisipasi masyarakat, diharapkan dampak cuaca ekstrem di Jakarta dapat ditekan semaksimal mungkin.

Terkini